Ajudan Netanyahu Ditahan Polisi Israel gegara Halangi Penyelidikan

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polisi Israel menahan seorang ajudan senior Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ajudan tersebut ditahan karena diduga menghalangi penyelidikan.

Media lokal melaporkan bahwa hal itu terkait dengan kebocoran informasi militer selama perang Gaza. Polisi tidak menyebutkan nama individu tersebut. Namun media Israel melaporkan ajudan yang ditahan adalah Tzachi Braverman, Kepala staf Netanyahu saat ini, yang ditunjuk untuk menjadi duta besar Israel berikutnya untuk Inggris.

"Pagi ini, seorang pejabat senior di kantor perdana menteri ditahan untuk diinterogasi... atas dugaan menghalangi penyelidikan," kata polisi, dilansir AFP, Minggu (11/1/2026).

"Tersangka... saat ini sedang diinterogasi dengan peringatan," lanjutnya.

Mantan ajudan Netanyahu, Eli Feldstein, baru-baru ini menuduh Braverman mencoba menghalangi penyelidikan atas kebocoran informasi militer sensitif kepada pers asing selama perang melawan Hamas di Gaza.

Pada September 2024, Feldstein membocorkan dokumen rahasia dari militer Israel kepada tabloid Jerman Bild, yang kemudian menyebabkan dia ditangkap dan didakwa.

Dokumen tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa Hamas tidak tertarik pada kesepakatan gencatan senjata, dan untuk mendukung klaim Netanyahu bahwa sandera yang ditangkap oleh militan Palestina dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel hanya dapat dibebaskan melalui tekanan militer, bukan melalui negosiasi.

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar publik Israel KAN, Feldstein mengatakan Braverman meminta untuk bertemu dengannya segera setelah kebocoran tersebut.

Braverman memberitahunya bahwa militer telah meluncurkan penyelidikan atas kasus tersebut. Braverman juga mengaku dapat "menghentikan" penyelidikan tersebut, menurut Feldstein.

Dalam wawancara yang sama, Feldstein mengatakan Netanyahu mengetahui kebocoran tersebut dan mendukung penggunaan dokumen tersebut untuk menggalang dukungan publik bagi perang.

Media Israel melaporkan bahwa polisi juga menggeledah rumah Braverman pada hari Minggu, dan Feldstein diperkirakan akan berbicara dengan polisi pada hari itu juga mengenai dugaan keterlibatan Braverman dalam kasus tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Feldstein mengatakan Netanyahu mengetahui kebocoran tersebut dan mendukung penggunaan dokumen tersebut untuk menggalang dukungan publik bagi perang.

Media Israel melaporkan bahwa polisi juga menggeledah rumah Braverman pada Minggu. Feldstein juga diperkirakan akan berbicara dengan polisi mengenai dugaan keterlibatan Braverman dalam kasus tersebut.

Feldstein juga merupakan tersangka dalam skandal yang disebut "Qatargate", di mana ia dan beberapa rekan dekat Netanyahu lainnya diduga telah direkrut oleh Qatar untuk mempromosikan citra monarki Teluk tersebut di Israel.




(yld/knv)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Segera Terhubung
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Bagaimana Cara Mengatasi Pemain Kidal di Lapangan Padel? Ini 4 Tips Jitu yang Bisa Kamu Terapkan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Ingatkan Majelis Kaum Betawi Jaga Persatuan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tatap Pemilih Muda 2029, Rakernas I PDIP Usung Format 7 Komisi Substansial
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kebakaran Hanguskan 14 Rumah dan Satu Usaha Konveksi di Tambora, Jakbar
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.