Kader Muda PDIP: Pilkada Lewat DPRD Seperti Senam Poco-Poco

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kader muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai wacana perubahan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung menjadi dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) membuat demokrasi berjalan maju-mundur seperti senam Poco-Poco.

Politikus muda PDIP Muhammad Syaeful Mujab mengatakan, pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menilai perubahan sistem Pilkada justru berpotensi membawa kemunduran demokrasi.

Baca Juga :
Megawati: Kalau Dilihat Sekarang, Hukum Kita Poco-poco
Kondisi Membaik, Indra Bekti Sudah Bisa Joget Poco-Poco

“Senam Poco-Poco itu gerakannya maju, mundur, kanan, kiri. Bagi PDI Perjuangan, demokrasi itu harus maju ke depan, bukan dibuat maju-mundur,” kata Syaeful saat konferensi pers Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 PDIP di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Menurut Syaeful, momentum pengkajian ulang sistem Pilkada ini akan menjadi pembuktian arah demokrasi Indonesia ke depan, apakah ingin semakin matang atau justru mengalami kemunduran.

Ia menegaskan, alasan untuk menekan praktik politik uang atau money politics tidak seharusnya dijadikan pembenaran untuk mengurangi hak kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpinnya secara langsung.

“PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih,” katanya.

Sementara itu, politikus muda PDIP lainnya, Seno Bagaskoro, menilai pemilihan langsung menjadi sarana penting untuk membangun kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat. Menurut dia, hubungan tersebut sulit terbangun jika kepala daerah hanya dipilih oleh segelintir elite politik di DPRD.

“Bagaimana seorang pemimpin bisa merasakan keresahan rakyatnya kalau rakyat tidak kenal siapa dia? Jika dia sadar hanya dipilih oleh segelintir orang di DPRD, bukan oleh mayoritas rakyat maka sulit mengharapkan masalah rakyat bisa selesai,” kata Seno.

Bagi PDIP, lanjut Seno, pemilu bukan semata-mata soal memenangkan kursi kekuasaan, melainkan bagaimana proses kepemimpinan dijalankan secara amanah dan berpihak pada kepentingan rakyat. Terlebih, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini dinilai masih menghadapi banyak tantangan.

“Masa hak untuk menyuarakan siapa pemimpin yang layak bagi mereka selama lima tahun ke depan juga mau diambil? Buat kami, itu logika yang susah dipahami akal sehat,” ujarnya.

Baca Juga :
Perjalanan Karier Yopie Latul yang Kian Populer Berkat Poco-poco
Poco-poco, Cara Mudah Awali Hidup Sehat
4 Luka-luka Akibat Ledakan Beruntun di 11 SPBU Thailand

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Artha Graha Peduli-KemenPPPA Beri Bantuan & Tinjau Fasilitas di Aceh Timur
• 9 jam laludetik.com
thumb
Heboh Peran Nafkah Suami Terhadap Istri, Ini Kata Konselor Pernikahan
• 4 jam laluinsertlive.com
thumb
Rakernas AMALI 2026 Teguhkan Ma’had Aly sebagai Pusat Kaderisasi Ulama Berbasis Pesantren
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Cucu Pendiri NU Usulkan Lembaga Permusyawaratan Syuriah untuk Perkuat PBNU
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Kado Mewah Dilan Janiyar untuk Anaknya yang Berulang Tahun ke-2
• 6 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.