JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memerintahkan serangan baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas tindakan keras Teheran terhadap protes dan kerusuhan yang dipicu oleh inflasi yang melonjak, demikian dilaporkan New York Times pada Sabtu, (10/1/2026) mengutip pejabat Amerika yang mengetahui diskusi tersebut.
Menurut surat kabar tersebut, Trump telah diberi pengarahan dalam beberapa hari terakhir tentang beberapa opsi serangan, termasuk serangan terhadap target non-militer di Teheran, tetapi belum membuat keputusan akhir. Presiden telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Iran di masa lalu dan secara terbuka menyatakan dukungan untuk para demonstran pada Sabtu.
“Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin tidak pernah sebelumnya. AS siap membantu!!!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, sebagaimana dilansir RT.
Protes meletus di Iran pada 28 Desember setelah runtuhnya mata uang nasional menyebabkan kenaikan tajam harga makanan dan barang-barang pokok lainnya. Demonstrasi dengan cepat meningkat menjadi kerusuhan yang meluas, dengan para perusuh bentrok dengan polisi dan menyerang lembaga-lembaga pemerintah di Teheran dan kota-kota lain. Pihak berwenang memutus koneksi internet dan telepon di seluruh negeri pada hari Kamis dalam upaya untuk menahan kekerasan.
Teheran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan tersebut.



