FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kapolsek Tamalate, Kompol Muhammad Tamrin, menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kasus pembusuran yang menimpa pelajar SMA berinisial AD (16) oleh kawanan geng motor pada Sabtu (10/1/2026) dini hari.
Kompol Tamrin mengungkapkan, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Meski demikian, aparat tetap bergerak melakukan penyelidikan.
“Korban tidak melapor, tapi anggota sudah cek CCTV untuk mengetahui kejadiannya,” ujar Tamrin kepada fajar.co.id, Minggu (11/1/2026).
Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan. Unit operasional telah diterjunkan untuk mencari para terduga pelaku.
“Tetap dilakukan penyelidikan, anggota opsnal sudah mencari (terduga pelaku),” ucapnya.
Terkait kemungkinan penindakan lebih lanjut, pihak Polsek Tamalate mendorong korban atau keluarganya untuk segera membuat laporan resmi.
“Betul, supaya ada dasar dilakukan penangkapan terhadap pelaku,” jelasnya saat ditanya apakah korban diminta melapor.
Kompol Tamrin juga menanggapi isu balapan liar yang disebut menjadi pemicu awal kerawanan di kawasan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin menggelar operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) setiap malam.
“Jadi kita selalu melakukan operasi KRYD tiap malam,” imbuhnya.
Pada Minggu dinihari, Tamrin mengaku turun langsung memimpin patroli dengan mengerahkan kekuatan penuh.
“Untuk tadi malam itu saya langsung pimpin, tiga mobil saya kerahkan dari jam 01.00 Wita sampai 04.00 Wita, subuh,” bebernya.
Hasilnya, kata dia, tidak ditemukan aktivitas balapan liar.
“Alhamdulillah tadi malam tidak ada (balapan liar),” ungkapnya.
Selain patroli internal, pengamanan juga dilakukan secara terpadu dengan satuan lain.
“Teman-teman dari Jatanras Polda juga tadi malam, semua wara-wiri di Pettarani,” katanya.
Langkah tersebut, lanjut Tamrin, merupakan upaya preventif agar tidak ada ruang bagi para pelaku balapan liar maupun geng motor untuk berkumpul.
“Salah satu bentuk tidak diberikan kesempatan kepada mereka (pelaku balapan liar) supaya tidak nongkrong, apalagi balapan liar,” tegasnya.
Ia menjelaskan, meski Jalan AP Pettarani secara administratif masuk wilayah Polsek Rappocini, pihaknya tetap terlibat aktif dalam pengamanan.
“Sebenarnya AP Pettarani itu yang dipakai (balap liar) wilayahnya Rappocini, bukan saya. Cuma kalau dibubarkan dia memutar masuk ke Tamalate, akhirnya saya koordinasi dengan Polsek Rappocini untuk bersinergi,” jelasnya.
Kedua polsek pun sepakat melakukan patroli bersama di wilayah rawan.
“Sama-sama patroli di wilayah Pettarani dan Alauddin,” tambahnya.
Tidak berhenti di situ, Kompol Tamrin menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya.
“Himbauan kami kepada warga, termasuk ketika melakukan safari Jumat dan tudang sipulung, agar masing-masing orangtua betul-betul menjaga anaknya,” tandasnya.
Ia mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan berkeliaran hingga larut malam.
“Agar tidak keluar malam-malam, jangan biarkan anaknya keluar sampai pukul 02.00, 03.00, 04.00 subuh baru pulang,” tegasnya.
Tamrin bilang, kebiasaan tersebut sangat berisiko dan dapat menyeret anak-anak menjadi korban maupun pelaku kejahatan.
“Karena membahayakan dirinya dan bisa menjadi korban atau pelaku kejahatan,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469506/original/015105800_1768124481-liga_ts_2.jpg)
