Penetapan Awal Ramadhan 2026 Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Berbeda

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Thobib Al Asyhar mengatakan penetapan awal Ramadhan 2026 antara pemerintah dengan Muhammadiyah diprediksi berbeda.

Thobib menyebut, dalam kalender Hijriah, awal Ramadhan 2026 jatuh pada 19 Februari.

Meski begitu, pemerintah tetap menunggu pelaksanaan sidang isbat.

"Kemungkinan awal Ramadhan akan terjadi perbedaan yang memang sudah diprediksi dari sekarang. Berdasarkan kalender yang ada dan maklumat dari beberapa ormas telah ditetapkan tanggal awal Ramadhan 1447," ujar Thobib kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Menteri PU Janji 1.606 Huntara Selesai Dibagun Sebelum Ramadhan 2026

"Dalam kalender Hijriah pemerintah dan beberapa ormas Islam tertera awal Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026. Namun untuk pemerintah tetap menunggu pelaksanaan Isbat awal Ramadhan 1447 yang insyaallah akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026," sambungnya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sidang isbat, muhammadiyah, kemenag, Awal Ramadhan 2026&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMS8xOTAyMTQ2MS9wZW5ldGFwYW4tYXdhbC1yYW1hZGhhbi0yMDI2LXBlbWVyaW50YWgtZGFuLW11aGFtbWFkaXlhaC1kaXByZWRpa3NpLWJlcmJlZGE=&q=Penetapan Awal Ramadhan 2026 Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Berbeda§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Thobib menjelaskan, ormas Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 H pada tanggal 18 Februari 2026.

Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut, Thobib mengindikasikan, sangat dimungkinkan terjadinya perbedaan dalam mengawali puasa.

"Saya kira di Indonesia hal ini sudah biasa terjadi. Jadi enggak perlu dipersoalkan lagi," kata Thobib.

Baca juga: OTT Pegawai KPP Madya Jakut, KPK Imbau Warga Melapor jika Diperas Petugas Pajak

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Sementara itu, Thobib mengimbau masyarakat tetap mengikuti keputusan pemerintah mengenai kapan awal puasa 2026.

"Jika memang hal itu (perbedaan) tidak bisa dihindarkan, pemerintah berharap agar masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah (kebangsaan)," imbuhnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cangkruk: Cara Orang Kediri Menjaga Ritme Hidup
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Geng Motor Kembali Teror Warga Makassar, Siswa SMA Kena Busur di Perut
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Waspada! Harga Emas Berpotensi Merosot Minggu Depan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tolak Restorative Justice, Wardatina Mawa Enggan Berdamai dengan Insanul Fahmi
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Kemenhaj Gandeng TNI-Polri Gembleng Fisik dan Mental Petugas Haji 2026
• 18 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.