jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor Sumatra ketika berdialog dengan warga Aceh melalui sambungan Zoom.
Dialog itu terjadi setelah Megawati memberikan pengarahan dalam Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1).
BACA JUGA: Rakernas PDIP, Megawati Soekarnoputri Kecam Intervensi Militer AS di Venezuela
Sebelumnya, PDIP telah mengirimkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati ke Aceh untuk membantu warga terdampak bencana.
Partai berkelir merah itu membawa dokter sampai sukarelawan Baguna guna membantu warga terdampak bencana ke dalam kapal yang namanya terinspirasi dari pahlawan asal Aceh tersebut.
BACA JUGA: Pidato Saat Rakernas PDIP, Megawati Singgung Soal Politik Harus Dipakai Jadi Alat Pengabdian
Awalnya, Megawati berdialog dengan penanggung jawab tim di lapangan, yakni Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu dan tim dokter.
Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung itu menanyakan kebutuhan mendesak yang harus segera dikirimkan dari Jakarta guna mempercepat pemulihan warga.
BACA JUGA: Pemkot Tangsel Mampu Benahi Masalah Sampah, Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
Seorang anggota tim dokter melaporkan perlunya suplai susu untuk bayi usia 0-6 bulan dan makanan pendamping ASI.
Setelah koordinasi logistik, Sri Rahayu mempersilakan seorang warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Megawati.
"Mohon izin Ibu, ada warga yang ingin menyampaikan terima kasih," ujar Sri Rahayu melalui sambungan Zoom, Minggu.
Muncul kemudian seorang ibu yang menggendong anak berusia satu tahun sembilan bulan di depan kamera.
"Assalamualaikum, Ibu Megawati," sapa warga tersebut.
"Waalaikumsalam," jawab Presiden kelima RI itu dengan hangat.
Ibu tersebut menyampaikan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di Kapal RS Laksamana Malahayati.
"Terima kasih, Ibu Megawati. Hari ini saya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapat tambahan vitamin, dan mendapat hadiah dari ulang tahun PDIP," ungkapnya.
Megawati lantas menanyakan jumlah anak dari warga tersebut. Si ibu menjelaskan bahwa ia memiliki dua anak, sulung berusia 17 dan bungsu berusia 21 bulan.
Si ibu kepada Megawati menjelaskan bahwa anak pertama masih sekolah menengah dan memasuki tahun akhir sekolah.
Mendengar hal itu, Megawati langsung menanyakan kondisi akses pendidikan pascabencana.
"Maksud saya, apakah sekolah itu terkena bencana sehingga anaknya tidak masuk sekolah atau sekarang apakah sudah mulai bersekolah lagi" tanya Megawati.
Ibu tersebut menjelaskan bahwa proses belajar mengajar belum kembali normal karena bangunan sekolah terdampak banjir.
"Masih bersih-bersih sekolah, belum mulai belajar," tuturnya.
Megawati pun berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan segera tuntas agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.
"Insyaallah bisa cepat segera dilakukan (pembersihan), supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu," ujar Ketua Dewan Pengarah BRIN tersebut memberikan semangat.
Di akhir dialog, warga itu kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk partai berlambang banteng moncong putih.
"Terima kasih. Sampai ketemu, ya," ujar Megawati. (ast/jpnn)
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


