googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-'); });
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengunjung memilah buku di bazar buku Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (11/1/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });
Menurut Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Nugraha, penjualan buku fisik mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir, serta menurunnya jumlah penerbit aktif dari 2.721 penerbit menjadi 992 penerbit.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});Baca Juga
- Rabbi Yahudi Ingin Ubah Buku Ajar Indonesia, Ini Alasannya
Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh menurunnya minat baca akibat pergeseran konsumsi media sosial.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : Republika
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-'); });



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469170/original/012436400_1768087101-kpk_pajak.jpg)
