Ferdy Tahier Ungkap Prinsip Asuh Anak, Demokratis tapi Tegas Soal Pendidikan

insertlive.com
7 jam lalu
Cover Berita

Musisi Ferdy Tahier membagikan pandangannya mengenai pola asuh dan pendidikan anak yang selama ini ia terapkan dalam keluarga.

Vokalis band Element tersebut mengaku memilih gaya parenting yang demokratis, tetapi tetap berlandaskan prinsip dan ketegasan agar anak tumbuh sesuai minat serta kemampuannya.

Ferdy menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memaksakan kehendak kepada sang putra, Dewa Tahier, baik terkait pendidikan formal maupun pilihan karier.

Baginya, pendidikan memang penting, tetapi harus lahir dari keinginan anak, bukan dorongan atau tekanan dari orang tua.

"Pendidikan penting, tapi buat yang mau saja. Jadi saya gak nge-push anak, 'Lo harus kuliah', gak," ujar Ferdy Tahier kepada wartawan di Pagi-Pagi Ambyar, Jumat (9/1).

Menurut Ferdy, setiap anak berhak menentukan jalannya sendiri. Ia pun mengaku selalu memberi ruang bagi anak-anaknya untuk mengejar apa yang mereka minati, termasuk jika ingin fokus pada dunia seni atau hiburan.

Namun, kebebasan tersebut tetap disertai batasan. Ferdy menyebut ia memiliki syarat tegas jika anaknya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kalau benar-benar pengin kuliah, gak bisa dibendung, nah itu cakep tuh. Tapi kalau 'mau gak mau gak', ah mendingan gak usah. Membuang waktu soalnya, membuang duit," tegasnya.

Dalam mendidik anak, Ferdy Tahier juga menerapkan prinsip untuk lebih mengembangkan kelebihan ketimbang memaksakan perbaikan pada kekurangan. Ia percaya setiap anak memiliki bakat alami yang seharusnya diasah sejak dini.

Ferdy mencontohkan, jika anaknya kurang menonjol dalam pelajaran matematika tetapi memiliki bakat kuat di bidang seni, ia tidak akan memaksa anak tersebut mengikuti les matematika.

"Dia seninya bagus, ya mendingan itu saja yang dilesin sekalian biar jago. Karena berarti memang dia sukanya di seni," jelas Ferdy.

Pandangan Ferdy Tahier tersebut menegaskan keyakinannya bahwa pendidikan bukan sekadar soal gelar, melainkan tentang mengenali potensi anak dan mendukungnya tumbuh sesuai minat serta passion yang dimiliki.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kesiapsiagaan Diperlukan: BMKG Prediksi Hujan Petir dan Cuaca Buruk Hari Ini
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bursa Asia Menguat, Investor Waspada Putusan Soal Legalitas Tarif AS
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
525 Warga Binaan Lapas Tembilahan Ikuti Tes Urine
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Hasil Bundesliga: Bayern Gelontorkan 8 Gol ke Gawang Wolfsburg
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak Bencana di Gayo Lues
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.