FAJAR, MAKASSAR—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) membuat Puput Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga.
Kegiatan digelar di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, tepatnya di kediaman Kepala Lingkungan Kampung Rijang Baki, Amir, dan diikuti oleh masyarakat sekitar,
Jumat 9 Januari 2026
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan dan bernilai guna.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga.
Mahasiswa menjelaskan manfaat kompos dan POC bagi tanaman, kesuburan tanah, serta dampaknya terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya petani dan warga Kelurahan Lalebata, agar mampu memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, dua mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Unhas, Astuti Yani dan Jihan Salsabila, memberikan penjelasan singkat terkait latar belakang pembuatan kompos dan POC.
Mereka juga menguraikan manfaat pupuk organik bagi tanah serta dampak positif pengelolaan limbah organik terhadap lingkungan sekitar.
“Kami juga melakukan demonstrasi pembuatan kompos dan POC menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga,” ucapnya.
Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat dengan mudah mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara mandiri.
Astuti Yani menegaskan bahwa pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
“Selain itu, penggunaan pupuk organik juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ucapnya.
Sementara itu, Jihan Salsabila menjelaskan bahwa perkembangan pupuk kimia di era modern mengandung senyawa yang berpotensi merusak struktur tanah dan mengganggu pertumbuhan tanaman.
Oleh karena itu, pupuk organik dinilai sebagai solusi yang tepat untuk menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Lalebata, Aras menyampaikan bahwa kondisi tanah di Sidrap cenderung masam akibat ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Menurutnya, pupuk organik berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta menekan biaya produksi pertanian.
“Semoga masyarakat Kelurahan Lalebata semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan,” ucapnya.
Selain itu dan termotivasi untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri guna mendukung pertanian dan kebersihan lingkungan setempat.(wis)




