BPBD DIY siapkan uji geolistrik amblesan tanah di Gunungkidul

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan uji geolistrik untuk menindaklanjuti temuan amblesan tanah di Kelurahan Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyebut amblesan yang ditemukan pada Rabu (7/1) telah ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusdalops BPBD DIY.

"Dengan uji geolistrik kan kita bisa memastikan rongganya itu kedalamannya berapa, kemudian lebarnya berapa," ujar Ruruh saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, hasil uji geolistrik nantinya akan menjadi dasar menentukan langkah antisipasi lanjutan terkait amblesan yang terjadi di dalam rumah warga.

Baca juga: Penjelasan fenomena sinkhole, lubang raksasa yang tiba-tiba muncul di lahan warga

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait pelaksanaan uji geolistrik tersebut.

"Kalau memang kemudian membahayakan bagi masyarakat atau penduduk yang bermukim di situ, ya kita akan melakukan antisipasi bersama-sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul," kata dia.

Pelaksanaan uji geolistrik di lokasi amblesan di Panggang, kata Ruruh, direncanakan dalam beberapa minggu ke depan seiring persiapan peralatan dan koordinasi teknis.

Menurut Ruruh, wilayah Gunungkidul memiliki karakteristik aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua yang menjadikan kawasan tersebut rawan amblesan.

Kondisi tersebut membutuhkan teknologi khusus untuk mendeteksi struktur tanah di bawah permukaan.

Baca juga: BPBD DIY ingatkan wisatawan waspadai arus balik di pantai selatan

"Kalau Gunungkidul kan tipikalnya di bawah tanah itu ada aliran sungai bawah tanah dan rongga-rongga gua. Nah, itu yang kemudian diperlukan teknologi yang tinggi untuk mendeteksi kedalaman dan lebarnya seperti apa," ujarnya.

Ia juga menyebut amblesan tanah di Girikarto bukan kejadian yang berdiri sendiri sebab wilayah tersebut pernah mengalami kejadian serupa.

Oleh karena itu ia mengatakan pemetaan struktur bawah tanah penting untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan.

"Di situ kan memang sebenarnya sudah sering terjadi semacam amblesan. Nah, ini yang kemudian perlu dipastikan dengan teknologi, supaya bisa diketahui tingkat bahayanya," kata Ruruh.

Baca juga: Cuaca ekstrem di DIY picu pohon tumbang hingga rumah warga rusak

Baca juga: BPBD DIY perbarui peta rawan bencana memasuki musim hujan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
P Diddy Minta Grasi ke Donald Trump, Langsung Ditolak: Tak Ada Ampunan!
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Libur Nataru Dongkrak Ekonomi Kreatif Rp 24,46 T, Kuliner Jadi Penopang Utama
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
5 Kesalahan yang Tanpa Disadari Dapat Merusak Tas Kulit Kesayanganmu
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gugat Denada Rp7 Miliar atas Dugaan Penelantaran Anak, Psikologis Ressa Rizky Rossano Kini Terganggu
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Dramatis! Damkar Dobrak Pintu Evakuasi Emak-Emak di Pasuruan Terkunci dalam Kamar
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.