GenPI.co - CEO Nvidia Jensen Huang menyebut robot sebagai imigran kecerdasan buatan (AI) yang bisa mengatasi kekurangan tenaga kerja global, khususnya di sektor manufaktur.
Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026 Las Vegas.
Menanggapi kekhawatiran bahwa mesin akan menggantikan peran manusia, Huang justru menilai sebaliknya.
Menurut dia, kehadiran robot akan menciptakan lapangan kerja baru.
"Kita membutuhkan lebih banyak imigran AI untuk membantu pekerjaan di lantai produksi dan menangani tugas-tugas yang kini tidak lagi diminati manusia," ujar Huang, dilansir AFP, Sabtu (10/1).
Robot kembali menjadi salah satu sorotan utama di CES tahun ini.
Berbagai perusahaan berharap teknologi robotika bisa berkembang dari produk baru menjadi perangkat yang benar-benar bermanfaat dan diterima luas oleh masyarakat.
Huang menilai revolusi robotika akan membantu mengatasi dampak penuaan populasi dan penurunan demografis.
Hal itu juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi global.
Dia memperkirakan kekurangan tenaga kerja di masa depan mencapai puluhan juta orang akibat perubahan struktur populasi.
Pendapat Huang sejalan dengan pandangan sejumlah pemimpin teknologi Silicon Valley, termasuk Elon Musk dari Tesla dan SpaceX.
Musk kerap menyoroti penurunan populasi dan penuaan tenaga kerja sebagai alasan pentingnya otomatisasi.
Sebagai perusahaan chip AI terkemuka dunia dengan valuasi sekitar USD 3,5 triliun, Nvidia saat ini berinvestasi besar dalam pengembangan perangkat lunak.
Perangkat tersebut memungkinkan robot beroperasi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, ritel, hingga layanan kesehatan. (*)
Simak video berikut ini:




