FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan lengkap hasil riset kualitatif bertajuk “Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional” pada Minggu (11/1/2026). Riset ini menjadi sorotan karena memotret secara mendalam harapan publik terhadap sosok pemimpin nasional di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Penelitian tersebut dilakukan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) pada 2–3 Desember 2025. Sebanyak 30 responden dilibatkan, berasal dari latar belakang beragam, mulai dari akademisi, aktivis NGO, mahasiswa, jurnalis, ibu rumah tangga, pengemudi ojek online, pedagang, pengusaha, ketua RT, hingga guru. Komposisi responden terdiri atas 73,3 persen laki-laki dan 26,7 persen perempuan.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menjelaskan bahwa riset ini bertujuan memberi gambaran komprehensif kepada elite politik dan para calon pemimpin mengenai kriteria kepemimpinan yang diinginkan masyarakat Indonesia saat ini.
“Riset ini untuk menginformasikan kepada elit politik, kepada calon pemimpin tentang kriteria, kategori, kompetensi pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat di Indonesia,” kata Hensa kepada wartawan.
Menurut Hensa, riset ini juga menjadi panduan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya ke depan, tanpa mengarahkan pada figur tertentu.
“Jadi hari ini kita tidak bicara tentang siapa, kita tidak bicara tentang nama, tapi kita memberikan masukan kepada rakyat Indonesia, ini loh sebetulnya dari hasil FGD kita, pemimpin idealnya itu seperti apa, karakter, kriteria, kategori, dan isu yang dibawa oleh mereka,” kata Hensa.
Sejumlah tokoh turut memberikan respons terhadap temuan riset tersebut. Rektor Institut Harkat Negeri, Sudirman Said, menilai ada empat kriteria yang secara konsisten muncul dalam menentukan pemimpin ideal, yakni integritas, kompetensi, inspiratif, serta memiliki visi lingkungan dan masa depan yang luas.
“Semakin jujur lingkungan yang diurus akan semakin tinggi integritas yang dibutuhkan, dan riset ini seperti menjadi justifikasi yang saya katakan,” ujar Sudirman.
Ia juga menilai wajar jika terdapat perbedaan persepsi antara kelompok elite dan non-elite dalam memandang sosok pemimpin ideal.
“Menurut saya wajar antara elite dan non elite itu beda persepsi terkait pemimpin ini, karena elite ini memang fokus pada hulu seperti good governance dan lainnya sementara non elite fokus hilir dan nyata,” katanya.
Peneliti BRIN, Prof. R. Siti Zuhro, menyoroti dinamika rekrutmen kepemimpinan nasional yang dinilainya tidak lagi berjalan mulus.
“Kita merasakan ada dinamika dalam rekrutmen kepemimpinan yang tidak mulus yang ditandai oleh suksesi baik nasional maupun daerah, padahal negara kita ini luas, tapi ketika Pilpres ini seperti tidak ada orang, apa yang salah?” ujarnya.
Ia berharap eksplorasi kepemimpinan melalui FGD seperti ini dapat membuka ruang lahirnya pemimpin baru yang lebih ideal.
“Karena sulit saat ini memunculkan pemimpin yang ideal, elemen dari masyarakat, ormas, NGO hingga partai politik seperti di bonsai, maka dari itu eksplorasi seperti ini patut diapresiasi,” katanya.
Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai temuan KedaiKOPI sejatinya merefleksikan harapan publik yang relatif konsisten sejak lama.
“Bagi saya banyak hal dari riset ini menjelaskan harapan publik dari pemimpin yang sebenarnya saat ini, kriteria yang dijelaskan dalam riset ini seperti memvalidasi keinginan masyarakat akan pemimpin sejak lama,” kata Feri.
Ekonom Aliansi Ekonom Indonesia, Talitha Chairunissa, menambahkan bahwa ketegasan dan kecepatan respons masih menjadi faktor penting bagi pemilih Indonesia.
“Ketegasan itu masih dinyatakan sebagai satu hal penting bagi voters di Indonesia, masyarakat Indonesia senang sekali dengan pemimpin yang tegas,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan adanya risiko pertukaran nilai dalam proses tersebut.
“Tradeoff ini adalah apa yang mau saya korbankan demi saya mendapatkan sesuatu,” katanya, seraya menegaskan bahwa aspek moralitas tidak seharusnya dikompromikan.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461740/original/090215100_1767436894-1.jpg)