Bangun Bisnis Fesyen dari Tanah Abang hingga Tembus Pasar Internasional

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

BERANGKAT dari pusat grosir tekstil dan fesyen Tanah Abang, pelaku usaha fesyen lokal membangun fondasi bisnisnya sebelum memperluas jangkauan pasar ke tingkat nasional dan internasional. Konsistensi produk, kedekatan dengan jaringan distribusi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar menjadi faktor penentu bagi UMKM fesyen untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.

Salah satu contoh perjalanan tersebut ditunjukkan oleh Edness by Kayla, brand fashion asal Tanah Abang yang dalam 14 tahun terakhir berkembang dari bisnis berbasis komunitas menjadi pemain regional. Didirikan pada 2011, Edness by Kayla sejak awal mengandalkan jaringan reseller sebagai tulang punggung distribusi. 

Strategi ini memungkinkan penetrasi pasar yang lebih luas, sekaligus menjaga kedekatan dengan konsumen. Seiring waktu, model tersebut juga membuka peluang ekspansi ke luar negeri. Hingga kini, jaringan Edness by Kayla telah tersebar di 36 kota di Indonesia dan menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, dan Brunei.

Keberhasilan menjaga pertumbuhan bisnis tersebut tidak terlepas dari hubungan jangka panjang dengan para mitra reseller. Bagi Edness by Kayla, reseller bukan sekadar kanal penjualan, melainkan bagian dari ekosistem bisnis yang tumbuh bersama brand. Pendiri Edness by Kayla, Nes Nelya, menegaskan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada kebersamaan tersebut.

"Selama 14 tahun, Edness by Kayla dapat tumbuh karena para reseller yang bagi kami bukan hanya mitra, tetapi sudah seperti keluarga. Banyak suka dan duka yang kami lalui bersama, termasuk masa-masa sulit seperti pandemi dan kondisi yang saat ini turut kami rasakan bersama keluarga besar kami di Aceh, di tengah berbagai perjalanan tersebut, kebersamaan menjadi kekuatan kami untuk terus melangkah dengan penuh kehati-hatian dan rasa syukur," tegas Nes Neyla.

Perjalanan 14 tahun Edness by Kayla tersebut dirayakan melalui Reseller Gathering sekaligus peluncuran koleksi Lebaran yang digelar di Jakarta, Minggu (11/1). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dengan para mitra reseller, sekaligus momentum untuk memperkenalkan arah pengembangan bisnis ke depan, termasuk penguatan kanal digital dan regenerasi kepemimpinan.

Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Edness by Kayla mulai melibatkan generasi muda dalam struktur bisnis. Dalam acara tersebut, Edness by Kayla memperkenalkan Kayla Pranesti Wardana sebagai co-founder. Perempuan berusia 21 tahun itu kini turut mengambil peran dalam pengembangan brand.

"Dengan semangat generasi muda, Kayla membawa pendekatan ekspansi digital untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas melalui kanal e-commerce, tanpa mengurangi peran reseller yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan dan pertumbuhan brand," ujar Nes Nelya.

Strategi digital ini dijalankan sebagai pelengkap jaringan distribusi yang telah terbentuk. Edness by Kayla memperluas pemasaran melalui platform e-commerce dan TikTok Shop, serta membuka peluang program affiliate untuk memperkuat ekosistem penjualan berbasis digital. Pendekatan ini ditujukan untuk menjangkau konsumen baru tanpa menggeser peran reseller yang selama ini menjadi fondasi bisnis.

Dari sisi produk, Edness by Kayla tetap berfokus pada pengembangan busana muslim yang mengutamakan kenyamanan, kualitas, dan desain yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pada tahun ini, perusahaan meluncurkan koleksi Lebaran bertajuk 'Timeless Raya' sebagai bagian dari strategi memanfaatkan momentum penjualan musiman yang krusial bagi industri fashion.

Koleksi Lebaran tersebut menampilkan warna-warna lembut dengan siluet yang nyaman dan mudah dipadupadankan untuk berbagai kegiatan Hari Raya. Produk dipasarkan melalui jaringan reseller serta kanal digital, termasuk e-commerce dan TikTok Shop, guna menjangkau konsumen dengan preferensi belanja yang beragam.

Keterlibatan generasi muda juga tecermin dalam pengembangan koleksi ini. Pada koleksi lebaran kali ini, Kayla banyak terlibat langsung mulai dari pemilihan bahan hingga model pakaian.

"Saya sangat bangga karena di usianya yang masih muda, Kayla sudah mengambil peran untuk ikut mengembangkan brand ini ke arah digital. Kami menyadari bahwa perubahan adalah bagian dari perjalanan, dan melalui program affiliate, Kayla ingin membuka peluang agar perempuan dan anak muda bisa ikut berdaya, sehingga perempuan Indonesia dapat semakin maju dan mandiri," ujarnya.

Ke depan, Edness by Kayla akan terus mengembangkan strategi bisnis berbasis komunitas dan digital untuk memperluas pasar domestik maupun internasional.

"Dengan menapaki 14 tahun perjalanan, Edness by Kayla optimistis untuk terus berinovasi dan menjadi brand fashion yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memberdayakan perempuan dan ibu Indonesia melalui kebersamaan, solidaritas, dan produk berkualitas, agar dapat terus tumbuh dan melangkah Bersama," tutup Nes Neyla. (E-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Jakarta ke Jenewa, Tantangan Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Stella: Pemerintah buka lebar penelitian hubungan musik dan otak
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Zodiak yang Punya Aura Kepemimpinan
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga Minyak Naik, Investor Proyeksi Berkurangnya Pasokan Iran
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Laga Persib vs Persija Diserbu Penonton,Wali Kota Bandung Siapkan Transportasi hingga Nonton Bareng
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.