Kuala Lumpur, VIVA – Sekitar 20 perwira Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (Royal Malaysian Air Force/RMAF) diyakini terlibat dalam dugaan aktivitas tidak bermoral yang dikenal sebagai “budaya yeye”. Temuan tersebut muncul dari penyelidikan awal yang dilakukan internal RMAF.
Kepala RMAF, Jenderal Datuk Seri Muhamad Norazlan Aris, mengatakan penyelidikan awal yang dimulai pada 6 Januari menemukan keterlibatan sekitar 20 perwira.
“Angkatan Udara akan memastikan tindakan diambil sesuai hukum dan peraturan Angkatan Bersenjata,” kata Norazlan dalam pernyataan tertulis pada 10 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa praktik tidak bermoral tersebut bukan merupakan bagian dari budaya RMAF. Menurutnya, setiap pelanggaran terhadap perintah, arahan, dan peraturan akan ditindak tegas tanpa kompromi.
“Kepemimpinan RMAF sangat menyesalkan insiden ini. Tindakan yang diperlukan juga akan diambil terhadap pihak-pihak yang gagal mematuhi perintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Norazlan menyatakan bahwa RMAF tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran disiplin, menyusul tuduhan masuk tanpa izin dan dugaan aktivitas tidak bermoral di sebuah kamp militer. Ia menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan dan sanksi berat, termasuk pemecatan dari dinas, dapat dijatuhkan kepada pihak yang terbukti bersalah.
“Tindakan tegas akan diambil sesuai dengan peraturan dinas demi menjaga citra, martabat, dan profesionalisme RMAF,” kata Norazlan dalam pernyataan terpisah pada 7 Januari, seraya menyampaikan penyesalan atas tuduhan yang mencuat.
Norazlan menekankan bahwa segala bentuk perilaku tidak bermoral di dalam pangkalan udara dilarang keras karena mencoreng citra dan kehormatan institusi. Ia menambahkan bahwa setiap persoalan yang menyangkut disiplin dan integritas perwira maupun personel akan ditangani dengan serius.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Malaysia telah memerintahkan Angkatan Bersenjata untuk melakukan investigasi internal menyeluruh atas tuduhan bahwa individu tidak berwenang memasuki kamp militer dan terlibat dalam aktivitas tidak bermoral di dalam kompleks tersebut. Langkah ini diambil menyusul klaim yang viral di media sosial dalam sepekan terakhir.
Sejak pekan lalu, berbagai unggahan di media sosial menuduh adanya aktivitas tidak bermoral di sejumlah kamp militer yang melibatkan pihak luar serta perwira militer. Hingga kini, hasil akhir penyelidikan masih ditunggu. (Straits Times)



