Geger Temuan Jejak Diduga Harimau Resahkan Warga Lampung Timur, Ini Kata BKSDA

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita

LAMPUNG TIMUR, iNews.id – Keresahan melanda warga Dusun Dua, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, menyusul temuan jejak tapak kaki yang diduga milik Harimau Sumatera di kawasan ladang. Isu munculnya binatang buas dilindungi itu sempat memicu kepanikan massal setelah laporan tersebut menyebar luas di masyarakat. 

Ketakutan warga bukan tanpa alasan. Seorang petani setempat memberikan kesaksian bahwa dirinya sempat melihat sosok hewan buas dengan ciri-ciri tinggi sekitar setengah meter dan bulu bercorak loreng kuning hitam melintas di area ladang. 

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, perangkat desa, serta petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung segera turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan identifikasi lapangan pada Minggu (11/1/2026). 

Setelah dilakukan pengecekan mendalam terhadap bentuk dan ukuran jejak kaki yang tertinggal di tanah, petugas menyimpulkan bahwa jejak tersebut bukanlah milik Harimau Sumatera. 

"Berdasarkan hasil identifikasi ciri-ciri pada jejak tapak di lokasi, diduga kuat itu merupakan milik anjing liar, bukan harimau sebagaimana yang dikhawatirkan," kata petugas BKSDA Lampung, Irhamudin.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada saat beraktivitas di area perkebunan. Warga juga diminta untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kegaduhan atau hoaks yang dapat mengganggu ketertiban umum. 

"Jika melihat ada satwa atau hal yang mencurigakan, segera lapor ke petugas berwenang agar bisa segera kami tangani secara tepat dan tidak menjadi kabar yang semakin simpang siur," kata Irhamudin.

Meski otoritas terkait telah memberikan klarifikasi, suasana di Desa Sribhawono belum sepenuhnya tenang. Sebagian warga mengaku masih merasa was-was dan takut untuk beraktivitas sendirian di ladang, terutama saat menjelang petang. 

"Kami masih khawatir kalau memang benar ada (harimau). Karena ada warga yang mengaku melihat langsung, jadi kami masih berjaga-jaga," ujar Pujiono, salah seorang petani setempat.

Hingga saat ini, tim gabungan terus memantau situasi di sekitar pemukiman dan ladang untuk memastikan keamanan warga serta mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Tekan Kuba, Ancam Hentikan Aliran Minyak dan Dana dari Venezuela
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Peringatan Dini BMKG: Maros, Gowa, Makassar Waspada Banjir
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kumpul Kebo Bisa Dipidana, Pemerintah dan DPR Ternyata Sempat "Deadlock"
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Pria di Kendari Aniaya-Kencingi Pacar Sendiri, Dipicu Cemburu Buta
• 5 jam laludetik.com
thumb
Bolehkah Gelar Nama Ditambahkan di KTP? Ini Aturan Resminya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.