Takut Serangan Balasan pada Diplomat AS di Timur Tengah, Trump Belum Ambil Putusan Terkait Opsi Serang Iran

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Moskow, tvOnenews.com-The New York Times (NYT) melaporkan Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah menerima paparan tentang berbagai opsi serangan terhadap Iran di tengah gelombang protes di negara itu. Trump disebut juga tengah serius mempertimbangkan opsi serangan tersebut tetapi belum mengambil keputusan final.

Opsi yang disampaikan kepada Trump mencakup serangan terhadap target non-militer di ibu kota Iran, Teheran.

Sebagian opsi melibatkan serangan terhadap aparat keamanan Iran yang menangani aksi protes. Namun, otoritas AS juga menyadari bahwa tindakan itu bisa berbalik arah dan memicu aksi balasan terhadap personel militer dan diplomat AS di Timur Tengah.

Seorang petinggi militer AS mengatakan kepada NYT, jika serangan ke Iran disetujui, para komandan di kawasan itu memerlukan waktu untuk menyiapkan pertahanan menghadapi kemungkinan serangan balasan.

Mengomentari laporan NYT itu, Gedung Putih merujuk pada pernyataan Trump sebelumnya yang memperingatkan otoritas Iran akan adanya konsekuensi jika ada demonstran yang tewas.

Pada Sabtu, ia menyatakan kesiapan AS untuk "membantu" Iran. Pada hari yang sama, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, mengunggah video di platform X yang menyerukan pemogokan umum di Iran.

Pahlavi menyebut tujuan protes itu sebagai persiapan merebut serta menduduki jalan dan fasilitas strategis. Sebelumnya, ia juga meminta Trump melakukan intervensi di Iran.

Sejak 8 Januari, gelombang unjuk rasa di Iran meningkat menyusul seruan Pahlavi itu. Video di media sosial memperlihatkan demonstrasi besar-besaran yang meluas. Pada hari yang sama, akses internet di Iran dikabarkan putus.

Aksi protes tersebut bermula pada akhir Desember 2025 akibat merosotnya nilai mata uang lokal. Para demonstran menyoroti fluktuasi tajam kurs rial dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran. Video aksi protes di Teheran dan kota-kota lain beredar di media sosial.

Di tengah situasi itu, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri. Di sejumlah kota, aksi protes meningkat menjadi bentrokan dengan polisi dan diiringi seruan untuk menentang sistem politik yang berlaku.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duo Maling Tembak Warga di Jakbar Dibekuk, Beraksi di 4 TKP dalam Sehari
• 15 jam laludetik.com
thumb
Populer, PDIP dukung Pilkada langsung hingga Komdigi putus akses Grok
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Besok, John Herdman akan Resmi Diperkenalkan ke Publik
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
IRENA: Keluarnya AS tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di ASEAN
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Klarifikasi Lengkap Google Usai Terseret Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.