IRENA: Keluarnya AS tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di ASEAN

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI — Direktur Jenderal International Renewable Energy Agency (IRENA) Francesco La Camera menegaskan rencana Amerika Serikat menarik diri dari keanggotaan IRENA tidak akan memengaruhi komitmen lembaganya dalam mendukung transisi energi di Asia Tenggara dan negara berkembang lainnya. Menurut La Camera, tidak ada alasan untuk menganggap penarikan tersebut berdampak langsung pada kawasan tertentu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Pernyataan itu disampaikan dalam media roundtable di sela Sidang Majelis Umum ke-16 IRENA yang menjadi bagian dari Abu Dhabi Sustainability Week di Abu Dhabi, Ahad (11/1/2026). “Kami tidak melihat dampak pada kawasan tertentu,” ujarnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • IESR: Transisi Energi 2025 Jalan di Tempat
  • Dominasi Bahan Bakar Fosil di 2025 Jadi Ancaman bagi Transisi Energi

La Camera menekankan proses pengunduran diri Amerika Serikat belum final karena baru sebatas memorandum presiden dan IRENA belum menerima keputusan resmi. Hingga dokumen penarikan diserahkan secara formal, Amerika Serikat tetap berstatus anggota penuh dengan seluruh hak dan kewajiban, termasuk kewajiban membayar kontribusi.

Meski demikian, IRENA mulai menjajaki sumber pendanaan alternatif untuk mengantisipasi potensi kekurangan anggaran. Jika celah pendanaan belum tertutup, Dewan IRENA akan mempertimbangkan revisi anggaran.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kami sedang mencari cara untuk menutup celah pendanaan, termasuk bekerja sama dengan berbagai entitas lain,” kata La Camera.

Ia menegaskan negara-negara berkembang, termasuk di Afrika dan Asia Tenggara, tetap menjadi prioritas utama IRENA karena kawasan ini mencatat pertumbuhan permintaan energi tercepat dan ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil. “Jika kita tidak mengintervensi permintaan energi di kawasan ini, itu akan berdampak buruk bagi transisi energi global dan pencapaian target Perjanjian Paris,” katanya.

La Camera mengakui potensi keluarnya Amerika Serikat sangat disesalkan mengingat perannya sebagai kekuatan besar dan mitra kerja sama penting bagi IRENA. “Ini sangat disesalkan, tetapi politik kadang membawa kita pada situasi seperti ini. Kami harus menerimanya dan berupaya bekerja lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana menarik negaranya dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional, termasuk kerja sama di bidang perubahan iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi.

Dalam memorandum presiden yang dibagikan Gedung Putih pada Rabu (7/1), Trump menyebut keputusan itu diambil setelah peninjauan terhadap organisasi, konvensi, dan perjanjian yang dinilai bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming BRI Super League 2025/2026: Arema FC Vs Persik Kediri
• 18 jam lalubola.com
thumb
Alasan PDIP Nyatakan sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah: Konstitusi Kita Tak Mengenal Oposisi
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pancing Amarah Suporter Persija, Keluarga Thom Haye dapat Ancaman Pembunuhan di Sosial Media
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Populasi Kendaraan Nasional Naik 7 Juta Unit
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
DNIKS Minta Program Kesejahteraan Sosial Jadi Prioritas Nasional Tahun 2026
• 19 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.