IRAN – Gelombang kerusuhan yang melanda Iran menelan korban jiwa lebih dari 500 orang. Data tersebut disampaikan kelompok hak asasi manusia (HAM) pada Minggu, 11 Januari 2026, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).
Di saat yang sama, pemerintah Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk melakukan intervensi guna membela para demonstran.
Melansir Reuters, Kelompok HAM yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan telah memverifikasi kematian 490 pengunjuk rasa dan 48 personel keamanan. Selain itu, lebih dari 10.600 orang dilaporkan ditangkap. Namun, Reuters menyebutkan belum dapat memverifikasi secara independen.
“Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta seluruh pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami,” kata Qalibaf, yang juga merupakan mantan komandan elit Garda Revolusi Iran.


