Kabar Baik, Belum Ada Kasus Super Flu di Jakarta

jpnn.com
15 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan hingga saat ini belum ada kasus yang terindikasi penyakit super flu di wilayah Jakarta.

Adapun Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan sudah melaporkan adanya kasus penularan super flu ini

BACA JUGA: Pasien Super Flu Meninggal di RSHS Bandung, Punya Riwayat Komorbid

"Jadi untuk super flu sampai hari ini belum ada kasusnya di Jakarta," kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu.

Super flu adalah varian influenza A H3N2 subkelas K yang mudah menular dan menimbulkan gejala lebih berat.

BACA JUGA: Waspada! Penularan Virus Super Flu Sangat Cepat  

Namun, dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan upaya preventif melalui vaksinasi.

"Saya sudah berkali-kali menyampaikan kepad Dinas Kesehatan, untuk melakukan preventif, persiapan. Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang vaksinnya masih berbayar karena memang belum menjadi program dari pemerintah pusat," ujarnya.

Pramono Anung pun berharap Jakarta terbebas dari kasus super flu.

"Jadi sekali lagi, untuk super flu sampai hari ini, Jakarta belum ditemukan dan mudah-mudahan tidak ditemukan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati mengatakan untuk saat ini belum tersedia vaksin khusus super flu, namun vaksin influenza bisa digunakan sebagai bentuk antisipasi.

“Sebenarnya tidak ada khusus vaksin super flu tapi kita memang ada vaksin influenza. Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan,” jelas Ani.

Namun, kata Ani, karena pemberian vaksin tersebut belum masuk dalam program pemerintah, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin tersebut masih dikenakan sejumlah biaya.

"Tapi memang dia belum program vaksin. Jadi, artinya masih berbayar. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami,” kata Ani.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan super flu bukanlah virus baru, melainkan jenis influenza yang telah ada dan dikenal selama puluhan tahun.

"Super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya. Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2, itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru," ujar Budi di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1).

Dia mengatakan super flu berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru. Karena virus influenza telah lama dikenal, maka daya tahan tubuh manusia terhadap virus tersebut juga sudah terbentuk.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kalah di Kandang Persib Bandung, Pelatih Persija: Pertandingan yang Sangat Lemah
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Resmikan Kilang RDMP Balikpapan, Proyek Energi Terbesar untuk Kurangi Impor BBM
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Menhan Sjafrie & Menlu Sugiono Bertemu Erdogan di Turki, Bahas Apa?
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Imbas Genangan, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan dan Tak Layani Penumpang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi XII DPR Dukung Arahan Prabowo ke Kementerian ESDM soal Larangan “Kutip-kutip”
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.