Pantau - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Proyek Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026.
Peresmian ini dilakukan secara simbolis oleh Presiden Prabowo yang menyatakan, "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan", ungkapnya.
Acara ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dan disaksikan dari berbagai daerah, termasuk Jakarta.
Proyek Kilang Terbesar di IndonesiaRDMP Balikpapan disebut sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadahlia, menyampaikan, "Ini adalah RDMP terbesar di Indonesia, Pak", ungkapnya dalam sambutan.
RDMP Balikpapan merupakan bagian dari program modernisasi kilang eksisting milik Pertamina yang terakhir kali diresmikan 32 tahun lalu pada tahun 1994.
Presiden Prabowo menyambut baik proyek ini karena dinilai akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
"Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa", ia mengungkapkan.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti kelapa sawit untuk biodiesel, panas bumi, tenaga surya, hingga tenaga air, yang semuanya dapat menjadi kekuatan dalam membangun ketahanan energi nasional.
Modernisasi Kilang untuk Ketahanan Energi NasionalRDMP Balikpapan dibangun dengan investasi sebesar Rp123 triliun.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang hingga 360 ribu barel minyak per hari, atau setara dengan 22–25 persen kebutuhan nasional.
Modernisasi kilang RDMP Balikpapan akan mendukung:
- Peningkatan kapasitas pengolahan minyak,
- Produksi BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan,
- Pendorongan hilirisasi industri petrokimia,
- Penguatan ketahanan energi nasional.
- Produk yang dihasilkan dari kilang ini meliputi BBM, elpiji, dan petrokimia.
Secara ekonomi, proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemandirian energi nasional dengan potensi penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.
Selain itu, kilang ini akan menghasilkan BBM setara standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm, meningkat dari sebelumnya yang masih berada di standar Euro II.
Yield valuable product dari kilang juga akan ditingkatkan menjadi 91,8 persen.
Peresmian RDMP Balikpapan menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada energi impor.




