New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Minggu, 11 Januari, mendesak otoritas Iran untuk menunjukkan sikap menahan diri secara maksimal dan menghindari penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional terhadap para pengunjuk rasa.
Juru bicara PBB menyampaikan bahwa Guterres terkejut atas laporan kekerasan dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat Iran terhadap demonstran di berbagai wilayah negara tersebut, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa.
Dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 12 Januari 2026, Guterres menegaskan seluruh warga Iran harus dapat menyampaikan keluhan mereka secara damai tanpa rasa takut.
Ia juga menekankan bahwa hak atas kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai yang dijamin oleh hukum internasional harus sepenuhnya dihormati dan dilindungi. Seruan Pemulihan Akses Informasi Selain itu, Sekjen PBB juga menyerukan langkah-langkah untuk membuka kembali akses informasi di Iran, termasuk pemulihan layanan komunikasi. Pemadaman internet nasional dilaporkan telah berlangsung lebih dari 72 jam, memasuki hari keempat gangguan jaringan secara luas.
Gelombang protes di Iran meletus pada 28 Desember di Pasar Raya Teheran, dipicu oleh merosotnya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Aksi demonstrasi kemudian menyebar ke berbagai kota lain.
Hingga kini belum ada data resmi mengenai jumlah korban. Namun, laporan kelompok pemantau hak asasi manusia menyebut ratusan pengunjuk rasa dan puluhan aparat keamanan tewas, dengan lebih dari sepuluh ribu orang ditangkap selama rangkaian unjuk rasa tersebut.
Baca juga: Lebih dari 100 Aparat Keamanan Tewas dalam Protes Anti-Pemerintah di Iran



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470711/original/004541400_1768217207-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_17.52.14.jpeg)
