Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan pekan ketiga Januari 2026, seiring munculnya sinyal jenuh beli setelah penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar yang mulai mengalami koreksi, sehingga pelaku pasar diminta lebih cermat dalam mencermati pergerakan indeks.
Founder WH-Project, William Hartanto, menilai IHSG berpotensi mengalami koreksi sehat pada perdagangan Senin (12/1/2026). Menurutnya, indeks telah membentuk area resistance yang cukup kuat di kisaran 8.970, sehingga peluang pelemahan dalam jangka pendek terbuka.
“IHSG terlihat jenuh beli dan berpeluang mengalami koreksi sehat di area 8.970,” ujar William dalam riset hariannya.
William menjelaskan, kondisi jenuh beli tersebut dipicu oleh tekanan pada saham-saham big caps, khususnya yang berasal dari Grup Barito. Saham-saham dengan kapitalisasi besar selama ini menjadi penopang utama penguatan IHSG, namun ketika terjadi aksi ambil untung, dampaknya langsung terasa pada pergerakan indeks secara keseluruhan.
Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 8.900 dan resistance di kisaran 9.000 pada perdagangan hari ini. Di tengah potensi koreksi, ia tetap melihat peluang pada sejumlah saham pilihan yang dinilai masih menarik secara teknikal.
Adapun saham yang direkomendasikan oleh William antara lain:
-
HRUM
-
NICL
-
ESSA
-
SMGR
Sementara itu, pandangan relatif berbeda disampaikan oleh Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase penguatan, meskipun risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai oleh investor.
Menurut Herditya, secara teknikal IHSG masih berada dalam struktur gelombang penguatan. Namun demikian, posisi indeks yang sudah berada di area tinggi membuat potensi koreksi tetap terbuka dalam waktu dekat.
“Saat ini IHSG berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga area penguatan dapat dicermati di rentang 9.030–9.077, dengan potensi koreksi menguji 8.843–8.904,” jelas Herditya.
Ia memprediksi pergerakan IHSG akan berada pada area support di level 8.867 dan 8.806, dengan resistance di kisaran 8.996 hingga 9.030. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun peluang penguatan masih ada, investor tetap perlu mengantisipasi volatilitas yang berpotensi meningkat.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469639/original/036990200_1768141792-7e44e094-acba-4d3b-9e7a-07665540c14e.jpeg)


