FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aktivis, Muhammad Said Didu menyentil cendekiawan kenebo dan kecoa buntung. Melalui akun X pribadinya, dia membenarkan ciri-ciri keduanya.
Ada tiga ciri-ciri cendekiawan kanebo yang disebutnya. Pertama, menjadi penampung dan pembersihan kotoran penguasa.
Selain itu kata dia, cendekiawan kanebo akan keras bersuara saat keuangannya kering, dan setelah diberikan uang maka akan berhenti bersuara lantang.
“Cendekiawan KANEBO, menjadi penampung dan pembersihan kotoran penguasa, keras saat lagi kering, lembek saat ada (yang) bikin basah, ” tulis Said Didu, dikutip Senin, (12/1/2025).
Kedua, Aktivis kecoa buntung, Eks Sekretaris Kementerian BUMN ini menyebut empat ciri-ciri.
Pertama, hidup dan cari makan di tempat kotor. Tidak pernah membersihkan tempat kotor.
Selanjutnya, menyerah saat disiram air dengan menjadi telentang. Saat disiram akan melepaskan kaki jadi kecoa buntung dan minta dikasihani.
“Hidup dan cari makan di tempat kotor. 2) tidak pernah membersihkan tempat kotor tersebut. 3) menyerah saat ‘disiram’ air dengan menjadi telentang 4) saat disiram akan melepaskan kaki jadi kecoa buntung dan minta dikasihani,” tandasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451241/original/086350500_1766245286-j6mp2khd.png)

