Institut Nobel Tegaskan Hadiah Perdamaian Tak Bisa Diberikan Machado ke Trump

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Oslo: Institut Nobel Norwegia menyatakan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian tidak dapat dipindahkan, dibagikan, atau dicabut, menyusul usulan dari tokoh oposisi Venezuela María Corina Machado yang menyebut kemungkinan menyerahkan hadiahnya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam pernyataan pada Minggu waktu setempat, institut tersebut menegaskan bahwa keputusan pemberian Hadiah Nobel bersifat final dan permanen, sesuai dengan statuta Yayasan Nobel yang tidak memungkinkan adanya banding.

Dikutip dari The New Daily, Senin, 12 Januari 2026, Institut Nobel juga mencatat bahwa komite pemberi hadiah tidak memberikan komentar atas tindakan atau pernyataan para penerima Nobel setelah penghargaan diberikan.

“Begitu Hadiah Nobel diumumkan, hadiah tersebut tidak dapat dicabut, dibagikan, atau dipindahkan kepada pihak lain,” demikian pernyataan bersama Komite Nobel Norwegia dan Institut Nobel. “Keputusan ini bersifat final dan berlaku untuk selamanya.”

Sebelumnya pada pekan ini, Machado mengatakan dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News, Sean Hannity, bahwa memberikan Hadiah Perdamaian Nobel kepada Trump akan menjadi bentuk rasa terima kasih rakyat Venezuela atas penggulingan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang ditangkap Amerika Serikat pada pekan lalu.

“Apakah Anda pernah menawarkan Hadiah Nobel Perdamaian itu kepadanya?” tanya Hannity. “Apakah itu benar-benar terjadi?”

Machado menjawab, “Belum terjadi.”

Trump, yang sejak lama menyatakan ketertarikannya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian dan kerap mengaitkannya dengan pencapaian diplomatik, mengatakan ia akan merasa terhormat menerima hadiah tersebut jika memang ditawarkan oleh Machado.

“Saya dengar dia ingin melakukan itu, dan itu akan menjadi kehormatan besar,” kata Trump kepada Hannity pada Jumat.

Trump juga mengatakan Machado dijadwalkan mengunjungi Washington pekan depan dan bertemu dengannya.
“Saya menantikan untuk menyapanya. Itu akan menjadi kehormatan besar,” ujarnya.

Machado, mantan anggota Majelis Nasional Venezuela, sebelumnya dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan umum Venezuela 2024 oleh otoritas yang berafiliasi dengan Maduro. Ia kemudian mendukung kandidat pengganti yang secara luas dianggap memenangkan pemilu, meskipun Maduro mengklaim kemenangan. Audit surat suara oleh pengamat independen menunjukkan adanya kejanggalan dalam hasil resmi.

Baca juga:  Maria Machado Ingin Berbagi Nobel Perdamaian 2025 dengan Trump


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kawalu, Kampung Badui Dalam ditutup bagi pengunjung mulai 20 Januarii
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Kader Aceh Minta Bantuan Sekop ke Megawati di Rakernas PDIP
• 20 jam laluidntimes.com
thumb
Profil Reza Pahlavi, Putra Mahkota Terakhir Iran yang Jadi Simbol Perlawanan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji 2026 yang Baik akan Diundang Lagi Tahun Depan
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Pembongkaran tiang monorel bisa urai kemacetan di Jalan Rasuna Said
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.