Kerusuhan Iran: 500 Demonstran dan 100 Pasukan Keamanan Tewas, 10 Ribu Orang Ditangkap

realita.co
8 jam lalu
Cover Berita

TEHERAN (Realita) - Kerusuhan yang terjadi di Iran terus meluas hingga menyebabkan 500 orang meninggal. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung tiga hari untuk menghormati warganya yang tewas.

Pengumuman itu dibuat oleh pemerintah Iran pada Minggu (11/1) waktu setempat. Pemerintah menyebut mereka yang meninggal sebagai 'martir gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika dan rezim zionis'.

"Rakyat Iran telah mengalami langsung teroris kriminal yang melancarkan kekerasan perkotaan seperti ISIS terhadap warga sipil, anggota Basij, dan pasukan keamanan, yang mengakibatkan banyak kematian, tingkat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga saat ini," kata Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) dilansir CNN International, Senin (12/1/2026).

Lebih dari 100 anggota pasukan keamanan Iran telah tewas sejak dimulainya protes. Sementara 500 demonstran dilaporkan telah tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap selama 15 hari terakhir, berdasarkan laporan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA.

Dilansir AFP, pemerintah Iran juga meminta rakyatnya untuk terus melawan Amerika dan Israel. Presiden Iran Masoud Pezekshkian mengajak rakyat Iran untuk turun ke jalan hari Senin (12/1) dalam pawai nasional mengecam kekerasan yang dituding Iran didalangi dua negara tersebut.

"Presiden Masoud Pezeshkian mendesak masyarakat untuk ikut serta dalam "pawai perlawanan nasional" berupa demonstrasi nasional pada hari Senin untuk mengecam kekerasan tersebut, yang menurut pemerintah dilakukan oleh "penjahat teroris perkotaan", menurut televisi pemerintah.

Diketahui demonstrasi di Iran mulai terjadi pada akhir Desember sebagai respons terhadap krisis mata uang, tetapi sejak itu demonstrasi tersebut menyebar dan bertambah besar karena banyak warga Iran menyerukan perubahan besar-besaran terhadap pemerintahan otoriter negara itu.

Pejabat Iran telah mengancam akan menindak demonstrasi tersebut, dan puluhan demonstran telah tewas, berdasarkan laporan kelompok hak asasi manusia.

Sementara itu, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pemerintah "tidak akan mundur" dalam menghadapi protes skala besar.ik

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Momen Megawati Pantau Penanganan Pascabencana Aceh: Ingatkan Bantuan untuk Ibu dan Anak
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Truk mogok tertabrak kereta di perlintasan Kebon Jeruk Jakbar
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Banjir di Jalan Mangga Dua Raya Mulai Surut, Kendaraan Kini Bisa Melintas
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Dana Rp60 Juta buat Warga Bangun Rumah Imbas Bencana Sumatera
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Libur Isra Miraj 2026 dan Long Weekend Mulai Tanggal Berapa? Cek Informasinya agar Tidak Salah
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.