SPPG Klarifikasi Video Viral MBG Bungkus Plastik

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Yayasan Generasi Emas Empat Lima mengklarifikasi video MBG; dapur SPPG Karyasari Sukaresmi selalu gunakan ompreng, bukan plastik.
  • Pemindahan makanan ke plastik terjadi spontan oleh kader setempat karena khawatir kehujanan saat distribusi.
  • Pengelola berkomitmen evaluasi dan perkuat SOP distribusi makanan agar sesuai standar higienitas di lapangan.

Suara.com - Yayasan Generasi Emas Empat Lima bersama GiziNow, selaku pendamping operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari Sukaresmi, memberikan penjelasan resmi terkait video yang beredar di media sosial mengenai distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan kantong plastik.

Pihak pengelola menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta operasional di lapangan.

Berdasarkan investigasi internal, dapur SPPG Karyasari Sukaresmi secara konsisten mendistribusikan makanan menggunakan wadah ompreng, bukan plastik sekali pakai.

Penggunaan ompreng ini merupakan bagian dari prosedur ketat untuk menjamin higienitas dan mutu makanan hingga ke tangan penerima manfaat.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa pemindahan makanan ke dalam kantong plastik dilakukan secara spontan oleh kader setempat setelah logistik tiba di titik distribusi, bukan saat berada di dapur produksi.

Tindakan tersebut dipastikan terjadi di luar kendali dan kewenangan pihak pengelola SPPG.

Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Lusi, mengakui pihaknya melakukan pemindahan tersebut karena alasan mendesak.

"Kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena cuaca yang tidak mendukung saat itu. Kami khawatir makanan terkena air hujan jika tetap di wadah terbuka," jelas Lusi.

Ia juga menegaskan bahwa meski dipindahkan ke plastik, kualitas makanan tetap dalam kondisi layak konsumsi.

Baca Juga: Soal SPPG Terafiliasi Pejabat, BGN: Hak Semua WNI!

Kepala SPPG Karyasari Sukaresmi, Dimas, menjamin bahwa seluruh peralatan makan yang digunakan telah melalui proses sanitasi menggunakan peralatan standar industri.

Ia menekankan bahwa SPPG telah menerapkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam setiap tahapannya, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga pengiriman.

"Kami tidak pernah menggunakan kantong plastik dalam proses distribusi resmi kami. Seluruh ompreng dibersihkan sesuai standar kebersihan demi memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat," tegas Dimas.

Denny Martin, Sekretaris Yayasan Generasi Emas Empat Lima, menyatakan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi dengan mitra lapangan.

Pihak yayasan dan GiziNow berkomitmen untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) tidak hanya berhenti di dapur, tetapi juga dipahami oleh seluruh elemen distribusi hingga ke tingkat paling bawah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ambisi Donald Trump Ingin Camplok Greenland, Negara NATO Siap Pasang Badan
• 11 jam lalunarasi.tv
thumb
3.522 Warga Desa Tempur di Jepara Terisolasi Karena Tanah Longsor
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Siapkan Payung! BMKG Prediksi Jakarta Bakal Diguyur Hujan Seharian
• 2 jam laluidntimes.com
thumb
PDIP Beri Sinyal Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ibaratkan Seperti Senam Poco-Poco
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump Bakal Batasi Bunga Kartu Kredit AS 10 Persen per Tahun
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.