MerahPutih.com - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam gempa bumi bermagnitudo 7,1 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Gempar terjadi pada Sabtu (10/1) malam WITA.
Ia juga menjelaskan bahwa situasi saat ini sudah kondusif. Meski warga masih trauma. Hal ini juga ditunjukan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak yang mulai kembali normal.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” katanya dikutip dari Antara.
Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Minggu (11/1) pukul 13.00 WIB, gempa berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga. Sementara kerusakan material tercatat pada 12 unit rumah dan dua fasilitas kesehatan, yang saat ini masih dalam proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
Baca juga:
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
Gempa terjadi dengan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 17 kilometer pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur.
Menurut Abdul, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami meski guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama. Sementara itu, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan kondisi serta memastikan keselamatan masyarakat.
"Aliran listrik yang sempat padam dilaporkan telah kembali normal," kata Abdul menambahkan.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami retak atau berpotensi roboh, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti rilis resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat. (*)




