Utilisasi Masih 30%, Begini Rekomendasi Sinarmas Sekuritas Saham RMKE

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT RMK Energy Tbk (RMKE) kembali mendapat rekomendasi positif dari analis pasar modal. Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY (beli) dan menaikkan target harga (target price/TP) saham RMKE menjadi Rp10.000 per lembar, berdasarkan hasil kunjungan lapangan ke fasilitas operasional perseroan di Sumatera Selatan.

Dalam laporan riset bertajuk On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow, Sinarmas Sekuritas menyebut kunjungan langsung (site visit) memberikan gambaran menyeluruh mengenai alur logistik batubara RMKE, mulai dari pembongkaran kereta di Stasiun Simpang hingga pengapalan di Pelabuhan Musi 2. Analis menilai RMKE memiliki infrastruktur terintegrasi dengan kapasitas besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Stasiun Simpang, sebagai titik awal pembongkaran, saat ini memiliki lima jalur bongkar dengan kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton per tahun. Namun, realisasi volume bongkar sepanjang 2025 baru sekitar 9 juta ton, atau setara 30% dari kapasitas. Kondisi ini mencerminkan adanya latent capacity yang memungkinkan peningkatan volume signifikan tanpa kebutuhan belanja modal besar dalam waktu dekat.

Baca Juga: Infrastruktur Logistik Dongkrak Kinerja Saham RMKE

Dari sisi pengangkutan, RMKE mengoperasikan jalan khusus (hauling road) sepanjang 8 kilometer dengan kapasitas angkut sekitar 15,1 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut sejalan dengan target manajemen yang membidik volume bongkar hingga 15 juta ton pada 2026.

Sementara itu, di Pelabuhan Musi 2, perseroan mengoperasikan lima jalur conveyor belt dengan kapasitas pemuatan ke tongkang mencapai 32 juta ton per tahun. Sinarmas Sekuritas menilai kapasitas pelabuhan yang sepadan dengan fasilitas bongkar di hulu ini memastikan tidak adanya hambatan (bottleneck) dalam rantai pasok logistik batubara RMKE.

Baca Juga: Pengendali Lego 60 Juta Saham RMKO di Harga Murah

Sinarmas Sekuritas juga mencatat saham RMKE telah mencatatkan kenaikan harga sekitar 100% sejak inisiasi awal. Meski demikian, revisi target harga menjadi Rp10.000 didorong oleh realisasi volume bongkar yang lebih tinggi dari ekspektasi awal, serta proyeksi manajemen yang menargetkan volume hingga 15 juta ton pada 2026.

Ke depan, RMKE dinilai berada pada posisi strategis untuk mencapai volume 20 juta ton pada 2027. Prospek tersebut ditopang oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang pengangkutan batubara melalui jalan umum, sehingga secara struktural mengalihkan volume ke sistem logistik berbasis rel dan pelabuhan yang dioperasikan RMKE.

Dengan visibilitas volume yang dinilai kuat, potensi operating leverage yang berkelanjutan, serta dukungan regulasi yang kondusif, Sinarmas Sekuritas memandang prospek pertumbuhan kinerja dan momentum kenaikan harga saham RMKE masih berlanjut dalam jangka menengah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir di Jakarta, Polisi Sempat Izinkan Motor Masuk Tol Sunter
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Hujan Deras Sebabkan 4 Jalan di Jakut Terendam
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Update BNPB soal Dampak Gempa Talaud Magnitudo 7,1
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Profil Bruno Mars, Rilis Lagu dan Album Baru Setelah Satu Dekade!
• 6 jam lalutheasianparent.com
thumb
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
• 3 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.