REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) akan menerima pengarahan pada Selasa (13/1/2026) terkait kemungkinan merespons demonstrasi di Iran lewat serangan militer. Dilansir TRT, Senin (12/1/2026), arahan untuk Trump akan mengeksplorasi sejumlah opsi mulai dari sanksi, tindakan siber, hingga aksi militer, meski keputusan akhir belum tentu diambil pada rapat besok.
Menurut pejabat Gedung Putih dikutip WSJ, Menter Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Kepala Staf Gabungan AS diperkirakan akan menghadiri rapat dengan Trump besok. Sementara seorang pejabat senior militer dikutip New York Times mengatakan, para komandan akan mengatakan kepada Trump bahwa pasukan mereka butuh tambahan waktu persiapan sebelum serangan militer dilancarkan, termasuk mengonsolidasikan posisi alutsista dan menguatkan sistem pertahanan guna merespons serangan balik Iran.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Trump Matangkan Rencana Serang Iran
- Israel Siaga Penuh Takut Diserang Iran Secara Tiba-tiba, Perang di Depan Mata?
- Agen Mossad Ditangkap Usai Kerusuhan yang Melanda Iran
Sejumlah pejabat AS juga mengingatkan bahwa aksi militer bisa mengakibatkan konsekuensi tak diinginkan, termasuk "menyatukan" rakyat Iran di belakang pemerintah atau memicu serangan balik Iran ke sejumlah pangkalan milter AS di Timur Tengah.
Setidaknya ada dua senator AS yang menyuarakan peringatan lewat wawancara di jaringan televisi pada Ahad. "Saya tidak tahu apakah mengebom Iran akan memunculkan efek yang diinginkan," kata senator Rand Paul kepada ABC News.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara senator Mark Warner menilai, alih-alih melemahkan rezim, serangan militer malah bisa 'menyatukan' rakyat Iran melawan AS. Padahal, rezim Iran saat ini, menurut Warner, tidak mampu menyatukan seluruh elemen rakyat, terbukti lewat demonstrasi di berbagai kota akibat kondisi buruknya ekonomi dalam negeri.
Warner mengingatkan, sejarah telah menunjukkan bahaya dari intervensi AS, di mana penggulingan pemerintah Iran yang didukung AS pada 1953 menciptakan efek berantai yang berujung pada kemunculan rezim Republik Islam Iran pada akhir 1970.
Sejak akhir Desember 2025, Iran dilanda gelombang demonstrasi yang berujung kerusuhan di berbagai kota. Donald Trump telah menebar ancaman untuk "ikut terlibat" dengan mengingatkan bahwa jika Iran membunuhi para demonstran, maka AS akan menghajar Iran "sangat, sangat kuat, dan menyakitkan."
President Trump warns the Mullahs in Iran regarding the protestor uprising there:
"You better not start shooting, because we'll start shooting too" pic.twitter.com/vL7Jlc8kNh
— Commentary Donald J. Trump Posts From Truth Social (@TrumpDailyPosts) January 11, 2026

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3938374/original/017867600_1645165607-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-5.jpg)

