Bantah tuduhan Trump, Kuba siap pertahankan diri

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Havana (ANTARA) - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan, Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat, dan menolak tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa negara kepulauan itu memberikan "layanan keamanan" kepada Venezuela sebagai imbalan atas minyak.

Diaz-Canel di platform media sosial X, Minggu, mengatakan bahwa AS "tidak memiliki otoritas moral untuk menuduh Kuba dalam hal apa pun", seraya menambahkan bahwa pihak AS mengubah segalanya, bahkan nyawa manusia, menjadi bisnis.

Presiden Kuba itu mengatakan bahwa AS "berlebihan" dalam menanggapi negara Karibia tersebut karena keputusan berdaulat rakyat Kuba untuk memilih model politik mereka.

"Mereka yang menyalahkan Revolusi atas kesulitan ekonomi parah yang kami alami seharusnya malu dan diam," katanya.

"Karena mereka tahu dan mengakui bahwa kesulitan tersebut merupakan akibat dari tindakan keras yang sangat menekan dan telah diberlakukan oleh AS terhadap kami selama enam dekade."

Kuba tidak menyerang atau mengancam negara lain, kata Diaz-Canel, seraya menambahkan bahwa negaranya siap mempertahankan diri "hingga tetes darah terakhir."


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Barang Bukti Rp6,38 Miliar dari Kasus Suap Pajak KPP Jakarta Utara
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ganjil Genap Jakarta Pekan Ini Hanya 4 Hari 12-15 Januari 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Sekolah Rakyat di Akhir Masa Jabatan 2029
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Ini, Prabowo Bakal Resmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Rupiah pada Senin pagi melemah jadi Rp16.847 per dolar AS
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.