MAKASSAR, FAJAR – Datang melatih PSM Makassar, Tomas Trucha hanya memberi kejutan sesaat. Empat kali kalah berturut-turut sangat mengecewakan.
Selama ini, dia berjanji melakukan evaluasi terhadap timnya. Sejak kalah perdana, kedua, hingga ketiga. Terakhir, kalah kontra Bali United di kandang sendiri, Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat, 9 Januari 2025.
Di antara rentetan hasil buruk, Tomas Trucha-lah yang sebenarnya layak dievaluasi. Rating kemenangan yang dia torehkan rendah, hanya 37,5 persen dari total pertandingan yang dia pimpin. Kemudian 50 persennya menuai kekalahan dan 12,5 persen sisanya berakhir sama kuat.
Bahkan dalam lima pertandingan terakhir, dia lebih memilih untuk memetik satu poin dan membuang 14 poin. Ini tentu menjadi catatan minor, lima pertandingan tanpa kemenangan, satu kali imbang dan empat kali mendulang kekalahan secara beruntun.
Setelah rentetan hasil minor, hal ini menunjukkan bahwa masalah tidak hanya terletak pada pemain, tetapi juga juru taktik. Kualitasnya perlu dipertanyakan dan skemanya layak untuk dievaluasi.
Evaluasi yang dijanjikannya tak membuahkan hasil. Bukan pada kemenangan yang diraih, justru kekalahan yang terus terulang.
“Secara permainan, para pemain mulai mengerti dengan yang saya inginkan. Namun evaluasi tetap saja harus kita lakukan, agar bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujar beberapa waktu lalu usai timnya kalah.
Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu juga menyampaikan, hal yang paling dia soroti adalah lini depan dan lini belakang. Sektor serangan dianggap tumpul dalam melakukan penyelesaian akhir dan barisan pertahanan perlu lebih kokoh.
“Ini bukan karena kami tidak punya peluang, tetapi masih kurang dalam penyelesaian akhir. Kami juga harus memiliki pertahanan yang kuat, agar bisa mendapatkan hasil-hasil terbaik,” kata dia.
Hal Urgen
Anggota Komunitas VIP Utara (KVU) Sulyadi Abbas menilai, evaluasi pelatih memang perlu dilakukan. Kekalahan secara terus menerus memang bisa berdampak buruk bagi tim. Bahkan menurunkan semangat mereka, termasuk suporter.
“Awalnya kami sangat yakin. Tetapi, setelah kalah empat kali beruntun, sepertinya memang perlu evaluasi pelatih. Paling minimal ada komunikasi dari manajemen, supaya kekalahan tidak terulang lagi,” ujarnya.
Dia juga berharap, putaran kedua nanti PSM bisa lebih impresif. Jeda kompetisi bisa dimaksimalkan untuk evaluasi permainan, skema, juga komposisi pemain yang dibutuhkan. Sehingga, putaran kedua Trucha bisa menggunakan pemain yang memang dia inginkan.
“Mudah-mudahan putaran kedua semakin baik. Jadi coach bisa maksimalkan jeda kompetisi untuk berbenah. Kalau ada pemain yang diinginkan ya bisa didatangkan, supaya skemanya jalan sesuai keinginan,” jelasnya. (wid/zuk)


