FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Founder sekaligus analis Drone Emprit Ismail Fahmi membagikan soal dampak besar pembahasan Mens Rea.
Ismail Fahmi menyebut dampak besarnya ini luput bahkan mungkin tidak diketahui oleh para hatters Pandji Pragiwaksono.
Pembahasan terus menerus karena ramainya, membuat grafik Mens Rea terus meroket di pasaran.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Ismail Fahmi menyebut banyak pihak yang tidak membayangkan hal ini
Terutama para hatters yang lebih dulu menyerang bahkan sampai mencemooh Pandji.
“Mereka ndak pernah membayangkan ini sebelumnya!,” tulisnya dikutip Senin (12/1/2026).
“Pelaporan atas Mens Rea justru menjadi contoh telanjang Streisand Effect,” lanjutnya.
Adapun Efek Streisand adalah fenomena di mana upaya untuk menyembunyikan, menghapus, atau menyensor informasi malah secara tidak sengaja membuatnya menjadi lebih terkenal dan tersebar luas, sering kali dibantu oleh internet.
Dan hasilnya, upaya untuk melakukan pembungkaman justru berbalik menurutnya jadi hal yang menguntungkan dalam hal ini promo gratis.
“Upaya membungkam berubah menjadi mesin promosi gratis,” ujarnya.
Lebih jauh lagi, sampai dibawah ke ranah hukum tentunya membuat publik semakin penasaran terkait pembahasan ini.
Hasilnya grafik pencarian soal Mens Rea semakin naik bahkan sampai meroket lagi.
“Ketika nama ini dibawa ke ranah hukum, publik yang sebelumnya abai tiba-tiba penasaran, mencari, menonton, dan mendiskusikan, hingga grafik pencarian melonjak tajam,” tuturnya.
Apa yang diharapkan dari tindakan tersebut, seperti membungkam dan sebagai justru berbalik.
Mens Rea lebih dikenal dan bahkan membuat orang penasaran yang digambarkannya peralihan ruang tertutup ke ruang publik digital
“Alih-alih meredam, tindakan represif memperluas jangkauan narasi dan memindahkan arena dari ruang tertutup ke ruang publik digital, makin viral!,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429809/original/092733700_1764645012-000_32RQ793.jpg)
