Aktivitas bermain game yang dahulu dianggap sekadar hiburan kini mulai dikaji secara ilmiah. Ternyata, menurut penelitian, beberapa game dapat memberikan manfaat nyata bagi fungsi otak.
Berbagai riset dari Amerika Serikat mengungkap bahwa game tingkatkan kecerdasan jika dimainkan secara tepat. Manfaat tersebut mencakup peningkatan memori, fokus, hingga perubahan struktur otak. Temuan ini dirangkum dari berbagai jurnal ilmiah oleh ScienceAlert.
Peran Game dalam Tingkatkan Kecerdasan ManusiaIni dia beberapa penelitian dari Amerika yang membuktikan bahwa game bisa meningkatkan kecerdasan manusia.
- Salah satu penelitian penting diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience pada 2015 oleh University of California, Irvine. Studi ini melibatkan 69 partisipan dewasa untuk menguji dampak game terhadap daya ingat manusia.
Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berbeda. Kelompok pertama memainkan Super Mario 3D World selama dua minggu. Kelompok kedua memainkan Angry Birds, sementara kelompok ketiga tidak memainkan game sama sekali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang memainkan game 3D mengalami peningkatan signifikan dalam peningkatan memori. Sementara itu, kelompok lain yang tidak memainkan game tidak menunjukkan perubahan berarti.
- Penelitian di bidang neurologi juga menemukan perubahan struktur otak akibat bermain Game. Studi tahun 2014 dari Max Planck Institute yang diterbitkan dalam Molecular Psychiatry, meneliti pemain Super Mario 64. Penelitian tersebut menggunakan pemindaian MRI.
Sebanyak 24 partisipan diminta bermain selama 30 menit per hari selama dua bulan. Hasil pemindaian menunjukkan peningkatan pada beberapa area otak yang dipakai untuk berpikir strategis.
- Manfaat game terhadap kecerdasan juga dibuktikan melalui penelitian dalam PLoS ONE pada 2013. Studi ini melibatkan peserta yang sebelumnya jarang bermain game. Mereka diminta bermain game selama satu jam per hari selama empat minggu.
Peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan memainkan game di ponsel. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan fungsi kognitif pada seluruh peserta.
Tidak semua jenis game bisa mempengaruhi fungsi otak manusia. Ini dia beberapa jenis game yang bisa tingkatkan kecerdasan seseorang.
1. Game 3DPermainan tiga dimensi menghadirkan ruang virtual yang sangat luas. Saat memainkannya, gamer harus harus mengingat arah, lokasi dan objektif permainan. Aktivitas ini melatih memori spasial secara intensif.
Penelitian membuktikan bahwa kemampuan memori bisa meningkat melalui game 3D karena otak terus dilatih mengenali pola ruang. Pemain yang terbiasa memainkan game 3D memiliki performa kognitif yang lebih baik.
2. Virtual RealityPenelitian lain yang dipresentasikan dalam konferensi American Pain Society pada 2010 menemukan bahwa game berbasis virtual reality efektif mengurangi kecemasan. Fokus perhatian pemain teralihkan dari rasa sakit ke pengalaman visual di depan mata.
Hal ini selaras dengan penelitian dalam American Journal of Preventive Medicine 2012, dimana terdapat studi yang melibatkan 195 pasien. Hasilnya menunjukkan terjadi perbaikan kondisi kesehatan dan mental bagi pasien yang memainkan game.
3. Game AksiManfaat Game juga dirasakan oleh anak-anak disleksia. Penelitian yang dipublikasikan dalam Cell Press Journal pada 2013 meneliti dampak game aksi terhadap anak disleksia usia 7 hingga 13 tahun. Game yang digunakan sebagai alat penelitian memiliki tempo cepat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak tersebut mampu membaca lebih cepat tanpa mengurangi akurasi. Peningkatan ini setara atau lebih baik dibandingkan metode terapi membaca konvensional. Peneliti menduga bahwa tempo cepat dalam game aksi membantu meningkatkan rentang fokus pada anak disleksia.
4. Game PuzzleGame puzzle klasik seperti Tetris juga memiliki manfaat psikologis. Penelitian di Oxford, Inggris, meneliti pasien kecelakaan lalu lintas yang datang ke unit gawat darurat. Penelitian ini dilakukan tidak lama setelah kejadian traumatis tersebut.
Sebanyak 37 pasien diminta memainkan Tetris selama 20 menit. Sementara itu, 34 pasien lainnya hanya mencatat aktivitas harian seperti membaca atau mengirim pesan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memainkan Tetris mengalami ingatan traumatis lebih sedikit, berkurang sekitar 62 persen.



