Dua RS Regional Mulai Tender, Total Anggaran Rp350 Miliar

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengebut proses lelang mega proyeknya di awal tahun. Setelah enam paket preservasi jalan sudah berlangsung, kini giliran pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional.


Pemprov merencakan pembangunan dua RS Regional baru. Saat ini, keduanya sudah masuk ke tahap tender untuk konstruksi dengan nilai ditaksir Rp350 miliar.


Dari pemantauan FAJAR, kedua paket program strategis Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ini sudah terdapat dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

SPSE merupakan aplikasi dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memfasilitasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara digital.


Paket pertama ialah pembangunan RS Regional di Kabupaten Luwu, dengan lokasi yang direncakan dekat dari Bandara Bua. Pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp175 miliar.


Sementara pada paket kedua yakni pembangunan RS Regional di Kabupaten Gowa. Rencana lokasi pembangunannya menyasar kawasan Malino. Pagu anggaran yang disiaprkan juga senilai   Rp175 miliar.


Dua lokasi proyek RS ini menjadi representasi upaya pemerataan pembangunan dan akses layana kesehatan di wilayah Utara dan Selatan Sulsel.

Kedua proyek ini dianggarkan dengan skema multi years dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025-2027.


Dalam draft lingkup pengerjaan proyek, dijelaskan kewajiban penyedia jasa konstriksi. Mulai dari pekerjaan persiapan, penyusunan master plan rumah sakit dikuti pembuatan Detailed Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), perhitungan teknis serta rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).

Setelah itu, masuk tahap pelaksanaan fisik dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksin (SMKK). Penyedia juga memiliki tanggung jawab pemeliharaan setelah serah terima pertama.


Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evi Mustikawati Arifin menyebut bahwa kehadiran dua RS ini bertujuan untuk mempercepat akses layanan kesehatan yang memadai, terutama dari daerah-daerah terpencil.

Kedua RS ini diupayakan menjadi jawaban bagi kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Sulsel yang jauh dari pusat Kota Makassar.


“Kehadiran RS Regional di dua titik tentu akan mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah sekitar yang selama ini harus dirujuk ke kota besar atau rumah sakit pusat. Ini berarti waktu tempuh lebih singkat, biaya lebih efisien, dan penanganan medis yang lebih cepat, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat,” kata Evi saat dikonfirmasi pada Minggu, 11 Januari 2026.


Rumah sakit regional ini disiapkan berstandar tipe C dengan menyediakan pelayanan medis dasar. Pada RS ini, Diskes akan menyiapkan dokter spesialis empat bidang, yakni penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, dan kebidanan/kandungan.


Rumah sakit ini berperan sebagai rujukan pertama bagi Puskesmas atau klinik. RS juga akan dilengkapi fasilitas unit gawat darurat yang beroperasi selama 24 jam dengan sumber daya manusia serta peralatan medis sesuai standar pemerintah.


RS juga menyiapkan fasilitas penunjang unit anastasi, radiologi dan patologi klinik. Diskes juga mengupayakan hadirnya layanan umum pada penyakit mata, kulit dan THT.


Sesuai aturan, RS Tipe C dilengkapi peralatan medis standar untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, dan instalasi penunjang seperti radiologi dan laboratorium.


“Secara kebijakan publik, pembangunan RS Regional juga memperkuat ketahanan daerah di sektor kesehatan. Daerah menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat kesehatan, bencana, maupun lonjakan kebutuhan layanan medis, tanpa terlalu bergantung pada fasilitas di luar wilayah,” terang Evi.


RS Regional Gowa akan terbangun di kawasan Malino. Lokasi tersebut dinilai strategis dalam mengembangkan health tourism. Health Tourism dikembangkan sebagai perjalanan dilakukan seseorang dengan tujuan utama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Baik itu perawatan medis, pemulihan, maupun upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan secara umum.

RS ini bisa melayani pasien dari wilayah Selatan seperti Sinjai, Jeneponto maupun Takalar.


Sementara itu, RS Regional di Kabupaten Luwu, Kecamatan Bua. Lokasi ini dipilih untuk memudahkan apabila ada pasien yang berasal dari luar Luwu. Akses ke bandara lebih dekat dapa memudahkan penanganan pasien darurat.


Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut proyek RS ini akan secepatnya mulai konstruksi apabila proses lelang selesai. “Januari, kalau bukan Februari,” kata Andi Sudirman.(uca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalur Rel Tergenang, Penumpang KRL Cikarang Diimbau Naik dari Stasiun Angke
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Utilisasi Masih 30%, Begini Rekomendasi Sinarmas Sekuritas Saham RMKE
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ramaikan Pasar Kecantikan Indonesia, Food Sinergia Hadirkan Hair Food 7 Floraluxe Keratin Hair Mask
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Emas Tetap Perkasa Didorong Geopolitik dan Harapan Pelonggaran Moneter AS
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Legislator Abdul Fikri Faqih Tinjau Pemanfaatan Bantuan Digital Korea Selatan untuk Sekolah di Tegal
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.