Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten tambang emas melesat pada perdagangan Senin (12/1/2026) usai logam mulia acuannya menembus rekor tertinggi baru ke level USD4.600 per troy ons.

Saham ANTM-HRTA Cs Melonjak usai Harga Emas Tembus Rekor USD4.600. (Foto: Unsplash)

IDXChannel – Saham emiten tambang emas melesat pada perdagangan Senin (12/1/2026) usai logam mulia acuannya menembus rekor tertinggi baru ke level USD4.600 per troy ons.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.41 WIB, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melambung 8,40 persen ke Rp2.580 per unit, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melompat 6,06 persen menjadi Rp3.850 per unit, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mendaki 5,31 persen ke Rp1.785 per unit.

Baca Juga:
Emiten Penyedia Properti Sekolah (MSIE) Habiskan Dana IPO Rp32,84 Miliar

Kemudian, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bertambah 4,47 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meningkat 4,81 persen, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 2,80 persen.

Tidak ketinggalan, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terapresiasi 2,50 persen dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 0,61 persen.

Baca Juga:
Rupiah Loyo Tujuh Hari Beruntun, Dibuka Sentuh Rp16.847 per USD

Harga emas dunia di pasar spot (XAU/USD) melonjak dan untuk pertama kalinya menembus level psikologis USD4.600 per troy ons pada perdagangan Senin pagi.

Kenaikan ke rekor baru ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven serta ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang membuat emas tetap menjadi aset favorit investor.

Baca Juga:
Bursa Asia Menguat di Tengah Rekor KOSPI, Pasar Jepang Libur

Pergerakan harga emas juga dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik global, di samping harapan akan penurunan lanjutan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Mengutip Trading Economics, Ketua Parlemen Iran pada Minggu memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melakukan intervensi, menyusul ancaman Presiden Trump terkait kemungkinan serangan militer.

Peringatan itu muncul di tengah gelombang protes besar di Iran yang dilaporkan telah menewaskan ratusan orang.

Di sisi lain, AS terus melanjutkan blokade terhadap Venezuela setelah pencopotan Presiden Maduro.

Pekan lalu, otoritas AS kembali menyita dua kapal tanker yang terkait dengan ekspor minyak Venezuela dalam operasi terpisah.

Dari sisi data ekonomi, rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja berada di bawah ekspektasi.

Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan pemangkasan suku bunga.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tambahan hingga akhir tahun ini. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar 5 Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini 12 Januari 2026 di Jakarta, Kantor Pos Lapangan Banteng Salah Satunya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Keluarga Arya Daru: Bukti Nyata Tak Maksimal Ditindaklanjuti
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG: Waspada Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim Hari Ini
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
Honda Berikan Layanan Servis Gratis untuk 3.000 Korban Bencana di Sumatera
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.