KL (16), remaja WNI yang ditahan di Yordania terkait dugaan keterlibatan ISIS, dilaporkan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri selama menjalani masa penahanan.
Keluarga KL mengungkapkan, upaya bunuh diri tersebut dilakukan KL dengan cara meminum cairan kimia seperti sampo dan sabun cair. Akibat kejadian itu, KL sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tak hanya sekali, KL juga disebut memiliki riwayat menyakiti diri sendiri sejak sebelum ditangkap. Ia kerap menyayat bagian tubuhnya menggunakan benda tajam. Bahkan, keluarga mengaku harus menyembunyikan benda-benda tersebut karena KL terus mencari cara untuk melukai diri.
"Dia pakai gunting, gunting diumpetin, eh pakai pisau rautan," ujar ibunda KL kepada kumparan.
Setelah kejadian percobaan bunuh diri, pihak penjara membatasi penggunaan cairan tertentu agar hanya bisa digunakan sekali pakai. Meski demikian, kondisi psikis KL disebut belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Setiap hari, KL hanya menerima obat antidepresan dan obat penenang tanpa pendampingan psikolog atau psikiater secara intensif. Dalam beberapa kesempatan, KL juga dilaporkan tidak tidur selama berhari-hari dan terus menunjukkan perilaku melukai diri.
"Kepala penjaranya sampai prihatin lihat dia. Padahal pagi minum obat anti depresi, malamnya obat penenang. Itu rutin," tambah sang ibu.
KL ditangkap pada 19 Mei 2025 di kediamannya di Yordania. Saat itu, ia masih berstatus anak di bawah umur. KL saat ini berada di detention center di Madaba untuk menunggu sidang atas kasus dugaan keterlibatannya dalam kelompok ISIS.





