Banjir Rendam Permukiman Warga di Tangsel, Ratusan KK Terdampak

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan sejak Senin 12 Januari 2026 dini hari menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah kawasan permukiman. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat, ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat luapan air yang merendam lingkungan warga, khususnya di wilayah Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang.

Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi membuat air kali dan saluran drainase meluap ke permukiman warga.

"Curah hujan yang tinggi menyebabkan air menggenangi akses jalan dan rumah warga. Di beberapa lokasi, kondisi drainase yang kurang baik juga memperparah genangan," ujar Essa dalam laporan pembaruan BPBD Tangsel, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 12 Januari 2026.

Banjir terpantau di Blok F RW 13 Pamulang Barat dengan ketinggian muka air (TMA) mencapai 10 hingga 30 sentimeter dan berdampak pada sekitar 90 kepala keluarga. 

Selain itu, genangan setinggi 10 hingga 25 sentimeter juga merendam kawasan Jalan Aksia Raya dan Jalan Flamboyan RW 17 Perumahan Reni Jaya, yang memengaruhi sekitar 40 kepala keluarga.

Sementara itu, di Perumahan Lembah Pinus RW 24 Pamulang Barat, air setinggi 10 hingga 25 sentimeter menggenangi lingkungan permukiman dan berdampak pada sekitar 80 kepala keluarga.

Hingga Senin siang, BPBD Tangsel melaporkan kondisi di ketiga lokasi tersebut masih tergenang.

BPBD Tangsel saat ini melakukan monitoring dan menyiagakan personel di titik-titik terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

"Kami terus memantau kondisi di lapangan dan bersiaga. Warga kami imbau tetap waspada dan segera melapor jika ketinggian air bertambah atau terjadi kondisi darurat," ucapnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir agar mengamankan barang-barang penting dan menghindari aktivitas di area yang masih tergenang demi keselamatan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Babak I: Barca Dominasi, Madrid Efektif
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jawa Barat Tak Akan Lunasi Proyek Kualitas Buruk
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
BRIN Fokus Riset Ketahanan Pangan, Kebencanaan, dan Teknologi Strategis pada 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Teror ke Dj Donny Masih Terus Diusut, Polda Metro Periksa 12 Saksi
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kemarin, negara pertama blokir Grok hingga ekonomi kreatif "kerek" PDB
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.