GenPI.co - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan tidak akan melunasi pembayaran proyek pembangunan secara penuh, yang hasilnya kurang berkualitas.
Dedi mengatakan Pemprov Jawa Barat punya ketersediaan kas sebesar Rp 621 miliar, untuk melunasi sisa pekerjaan pembangunan.
Dia menyampaikan pembayaran proyek, akan dilakukan setelah Pemprov Jawa Barat melakukan audit hasil pekerjaan.
“Melalui audit, akan diketahui kualitas pekerjaan itu. Apakah sangat baik, baik, atau kurang baik,” katanya dikutip dari Antara, Senin (12/1).
Politikus Partai Gerindra itu menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pemakaian uang negara.
Eks Bupati Purwakarta itu menyampaikan tidak akan memberi toleransi pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi.
“Kami tidak akan membayarkan semuanya untuk hasil pekerjaan yang kurang baik,” tuturnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan sumber anggaran pelunasan proyek, dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan setoran pajak kendaraan bermotor.
Dia mengapresiasi warga Jawa Barat, yang melaksanakan kewajiban membayar pajak. Sebab, secara langsung sudah memperkuat kapasitas fiskal provinsi.
“Warga silakan memberikan kritik dan saran mengenai pekerjaan pembangunan, melalui media sosial,” ucapnya. (ant)
Tonton Video viral berikut:





