Menteri PPPA: Sekolah Aman Kunci Tumbuh Kembang Anak Indonesia

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Banjarbaru

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya kehadiran sekolah yang aman dan nyaman sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak Indonesia. Hal itu disampaikannya menyusul terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurut Arifah, kehadiran peraturan tersebut menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk kepribadian anak secara holistik. Hal itu disampaikan di SMP Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa budaya sekolah yang aman dan nyaman hanya dapat terwujud jika seluruh pihak bergerak bersama.

Baca Juga: Kemendikdasmen Perkuat Perlindungan Murid Lewat Permendikdasmen

"Hanya dengan bergerak bersama kita dapat mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Saya yakin ketika sekolah sudah aman dan nyaman, maka anak-anak mempunyai kesempatan belajar, tumbuh, dan berkembang menjadi lebih baik," ujar Arifah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 12 Januari 2026.

Permendikdasmen 6/2026 mendefinisikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai keseluruhan tata nilai dan praktik yang menjamin perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosial-budaya, hingga keamanan digital bagi murid dan tenaga pendidik.

Dalam regulasi ini, Kemendikdasmen menekankan penguatan peran empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, sebagai ekosistem kolaboratif dalam mencegah kekerasan serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Perlindungan murid diperkuat melalui enam fokus utama kebijakan, mulai dari penguatan upaya promotif dan preventif, perluasan perlindungan, peningkatan partisipasi semua pihak, hingga penanganan masalah secara kolaboratif dengan pendekatan non-litigasi yang lebih humanis.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Kemacetan, Pramono Imbau Warga Gunakan Transportasi Umum Saat Hujan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Bareskrim Polri Turunkan Tim ke Sumatera Barat, Selidiki Dugaan Tambang Emas Ilegal
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Telusuri Aliran Dana Korupsi Kuota Haji ke Biro Perjalanan Haji
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Koalisi Pejalan Kaki: Mending Perbaiki "JPO Aborsi"
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Tomas Trucha Selalu Suarakan Evaluasi Pemain, Rupanya Pelatih Lebih Mendesak Dievaluasi
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.