Menghadapi tahapan seleksi penerimaan karyawan baru seringkali menjadi momen yang mendebarkan bagi para pelamar. Salah satu gerbang utama yang harus dilewati adalah tes psikologi. Mempelajari berbagai contoh soal psikotes kerja merupakan strategi paling efektif untuk mempersiapkan diri, mengasah logika berpikir, dan meningkatkan kepercayaan diri sebelum ujian berlangsung. Psikotes tidak hanya mengukur kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga aspek kepribadian, ketahanan kerja, dan kemampuan pemecahan masalah.
Banyak kandidat yang sebenarnya kompeten secara teknis namun gagal di tahap ini karena kurang familiar dengan pola soal yang diujikan. Artikel ini akan mengulas secara lengkap berbagai jenis soal psikotes yang umum muncul di perusahaan multinasional, BUMN, hingga instansi pemerintahan, lengkap dengan kunci jawaban dan tips pengerjaannya.
1. Tes Kemampuan VerbalTes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan bahasa, perbendaharaan kata, serta logika bahasa seseorang. Jenis soal ini biasanya mencakup sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), dan analogi verbal.
Contoh Soal SinonimPilihlah kata yang memiliki arti paling dekat dengan kata yang dicetak tebal.
- INSOMNIA = ...
A. Tidur nyenyak
B. Cemas
C. Sedih
D. Tak bisa tidur
E. Mimpi buruk
Jawaban: D (Tak bisa tidur) - BONAFIDE = ...
A. Tegar
B. Jenis tanaman
C. Dapat dipercaya
D. Surat berharga
E. Catatan
Jawaban: C (Dapat dipercaya)
Pilihlah kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata yang dicetak tebal.
- PROMINEN >< ...
A. Terkemuka
B. Biasa
C. Pelopor
D. Konsekuen
E. Setuju
Jawaban: B (Biasa). Prominen artinya terkemuka atau menonjol, maka lawannya adalah biasa. - EKLEKTIK >< ...
A. Radikal
B. Spiritual
C. Konklusif
D. Tak pilih-pilih
E. Sempit
Jawaban: D (Tak pilih-pilih). Eklektik berarti memilih yang terbaik dari berbagai sumber (selektif), lawan katanya adalah tidak memilih-milih.
Tentukan hubungan kata yang sepadan.
- KAYU : KERTAS = ... : ...
A. Kulit : Sepatu
B. Besi : Emas
C. Air : Minyak
D. Nasi : Beras
E. Gunting : Kain
Jawaban: A (Kulit : Sepatu). Logikanya adalah bahan baku dan hasil jadinya. Kayu adalah bahan dasar kertas, sebagaimana kulit adalah bahan dasar sepatu.
Bagian ini sering menjadi momok bagi peserta yang kurang menyukai matematika. Namun, kuncinya bukan pada hitungan rumit, melainkan kemampuan melihat pola urutan angka.
Contoh Soal Deret AngkaLanjutkan deret angka berikut ini:
- Soal: 3, 6, 12, 24, 48, ...
A. 60
B. 72
C. 96
D. 54
Jawaban: C (96).
Pembahasan: Pola deret ini adalah perkalian 2 (x2) untuk setiap angka berikutnya. 48 x 2 = 96. - Soal: 50, 45, 39, 32, 24, ...
A. 15
B. 18
C. 12
D. 20
Jawaban: A (15).
Pembahasan: Perhatikan selisih antar angka. 50 ke 45 (-5), 45 ke 39 (-6), 39 ke 32 (-7), 32 ke 24 (-8). Maka langkah selanjutnya adalah dikurangi 9 (-9). Jadi, 24 - 9 = 15.
Tes ini mengukur kemampuan spasial dan imajinasi. Anda akan diminta untuk melanjutkan pola gambar, melakukan rotasi mental, atau mencari gambar yang berbeda.
Tips Mengerjakan: Fokus pada perubahan kecil seperti rotasi (searah/berlawanan jarum jam), penambahan elemen garis, atau perubahan warna (hitam/putih) pada setiap urutan gambar. Jangan terpaku terlalu lama pada satu soal jika merasa buntu.
4. Tes Psikotes Koran (Pauli / Kraepelin)Tes ini berisi gugusan angka-angka yang tersusun secara vertikal dalam lembaran besar (seukuran koran). Tugas Anda adalah menjumlahkan dua angka yang berdekatan dari atas ke bawah (Kraepelin) atau sebaliknya.
Tujuan Tes: Mengukur konsistensi, ketahanan kerja di bawah tekanan, ketelitian, dan kecepatan. Perusahaan tidak hanya mencari siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang grafiknya stabil (tidak menurun drastis di tengah jalan).
5. Tes Wartegg (Melengkapi Gambar)Pada tes ini, Anda akan diberikan 8 kotak yang berisi pola-pola kecil (titik, garis lengkung, kotak kecil, dll). Tugas Anda adalah meneruskan pola tersebut menjadi sebuah gambar yang bermakna.
- Kotak 1, 2, 7, 8: Biasanya berkaitan dengan benda hidup atau bentuk organik (bunga, hewan, manusia).
- Kotak 3, 4, 5, 6: Biasanya berkaitan dengan benda mati atau bentuk teknis (gedung, tiang, mobil).
Tips: Usahakan untuk tidak menggambar hal-hal yang terlalu umum atau klise. Hindari menggambar urut dari nomor 1 sampai 8, karena ini bisa dinilai sebagai orang yang kaku. Sebaiknya acak, misalnya mulai dari nomor 3, lalu 1, lalu 4, dan seterusnya, namun tetap berikan nomor urutan pengerjaan di luar kotak.
6. Tes Menggambar Orang (Draw A Man) dan PohonInstruksinya sederhana: "Gambarlah seseorang" atau "Gambarlah pohon berkayu/berkambium".
- Menggambar Orang: Gambarlah manusia secara utuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sertakan detail wajah (mata, hidung, mulut, telinga) dan jari tangan lengkap. Gambarlah orang yang sedang melakukan aktivitas (profesi), bukan pose diam seperti patung.
- Menggambar Pohon: Gambarlah pohon yang memiliki akar, batang yang kokoh, dahan, ranting, dan daun yang rimbun. Hindari menggambar pohon pisang, kelapa, atau semak belukar karena tidak memenuhi kriteria pohon berkambium. Posisi gambar di tengah kertas menunjukkan keseimbangan emosional.
- Istirahat Cukup: Kondisi fisik sangat mempengaruhi konsentrasi otak. Jangan begadang malam sebelum tes.
- Sarapan: Tes psikotes bisa berlangsung 3-4 jam. Asupan energi sangat penting agar fokus tidak buyar.
- Jujur pada Tes Kepribadian: Pada tes seperti EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) atau PAPI Kostick, tidak ada jawaban benar atau salah. Jawablah sesuai kepribadian Anda, karena tes ini mendeteksi konsistensi kebohongan.
- Latihan Rutin: Semakin sering Anda mengerjakan contoh soal psikotes kerja, semakin terbiasa otak Anda mengenali pola-pola soal, terutama untuk tes logika dan deret angka.
Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis soal di atas, peluang Anda untuk lolos ke tahap wawancara akan semakin besar. Ingatlah bahwa psikotes adalah alat ukur kecocokan profil Anda dengan budaya dan kebutuhan perusahaan.





