Pantau - Pemerintah Kabupaten Jepara berhasil membuka kembali akses jalan dan memulihkan pasokan listrik menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, yang sebelumnya terisolasi akibat bencana tanah longsor.
Akses Jalan Terbuka dan Pembersihan Longsor BerlanjutKepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyampaikan bahwa akses jalan menuju Desa Tempur saat ini sudah terbuka meski masih terbatas untuk kendaraan roda dua.
Ia menjelaskan bahwa untuk melintasi jalur tersebut dibutuhkan keberanian dan kehati-hatian, sementara kondisi paling aman menuju desa masih dengan berjalan kaki.
Proses pembersihan material longsoran masih terus dilakukan dengan mengerahkan empat unit alat berat guna mempercepat pembukaan akses jalan secara penuh.
Listrik di Desa Tempur telah kembali menyala sejak Minggu (11/1/2026) sore setelah sebelumnya terputus akibat longsor di sejumlah titik.
Bupati Jepara Witiarso Utomo memastikan pemulihan pascabencana terus dipercepat dengan menurunkan langsung jajaran pemerintah daerah ke lokasi terdampak.
“Alhamdulillah, listrik sudah menyala dan akses jalan mulai terbuka. Ini berkat kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga mematangkan rencana penguatan tebing jalan yang amblas menggunakan konstruksi bronjong serta pengalihan aliran air untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Logistik Aman dan Warga Terus DidampingiArwin memastikan ketersediaan logistik di Desa Tempur dalam kondisi aman dengan stok beras yang mencukupi untuk kebutuhan warga.
Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyalurkan tambahan bantuan beras sekitar lima ton meski distribusi baru terealisasi 2,5 ton karena keterbatasan akses.
Hari ini pemerintah mengupayakan distribusi beras dapat mencapai antara lima hingga tujuh ton ke Desa Tempur.
Selain beras, kebutuhan lain seperti elpiji dan susu balita dipastikan tersedia dan aman bagi warga terdampak.
Camat Keling Lulut Andi Arianto menyatakan terbukanya akses jalan sangat vital untuk mempercepat masuknya bantuan dan peralatan.
“Dengan listrik yang sudah menyala, kami optimistis pemulihan Desa Tempur bisa berlangsung lebih cepat,” katanya.
Kepala Desa Tempur Mariyono mengapresiasi kehadiran pemerintah yang membuat warga merasa lebih tenang karena kebutuhan dasar dipastikan terpenuhi.
Penanganan warga terdampak terus dipantau, distribusi logistik ke posko pengungsian berjalan lancar, dan operasional dapur umum dijaga agar tetap aman.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat serta kerja bakti warga dinilai menjadi kunci kelancaran penanganan bencana di Desa Tempur.


