Kota Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy menegaskan air yang terdapat di dalam kawasan sinkhole (lubang runtuhan) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota mengandung bakteri E-Coli.
"Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan, kualitas air menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang, Senin.
Dari sisi Potential of Hydrogen (PH) atau potensi hidrogen, air ini berada di bawah 6,5. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau dan mengingatkan agar masyarakat untuk tidak mengonsumsinya.
"Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya," kata Vasko.
Vasko mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi dan instansi terkait telah melakukan pemantauan serta kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Wagub berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat sekitar agar tidak keliru memanfaatkan air dari lokasi sinkhole. Pada kesempatan itu, ia menekankan fenomena ini murni proses alam, dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis maupun klaim dapat penyembuhan penyakit.
"Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada," ujarnya.
Selain itu, Wagub juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dengan jarak aman dari bibir lubang minimal 50 meter, mengingat kondisi tanah masih berpotensi amblas.
Dari hasil perhitungan cepat, Vasko menjelaskan kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-Coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.
Kajian lebih mendalam juga masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.
Baca juga: Penjelasan fenomena sinkhole, lubang raksasa yang tiba-tiba muncul di lahan warga
Baca juga: Badan Geologi ingatkan warga tidak kaitkan sinkhole dengan kesehatan
Baca juga: Badan Geologi paparkan penyebab sinkhole di Limapuluh Kota Sumbar
"Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan, kualitas air menunjukkan kandungan bakteri yang cukup tinggi," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy di Kota Padang, Senin.
Dari sisi Potential of Hydrogen (PH) atau potensi hidrogen, air ini berada di bawah 6,5. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau dan mengingatkan agar masyarakat untuk tidak mengonsumsinya.
"Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air di sungai pada umumnya," kata Vasko.
Vasko mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Badan Geologi dan instansi terkait telah melakukan pemantauan serta kajian lanjutan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Wagub berharap penjelasan tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat sekitar agar tidak keliru memanfaatkan air dari lokasi sinkhole. Pada kesempatan itu, ia menekankan fenomena ini murni proses alam, dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis maupun klaim dapat penyembuhan penyakit.
"Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada," ujarnya.
Selain itu, Wagub juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dengan jarak aman dari bibir lubang minimal 50 meter, mengingat kondisi tanah masih berpotensi amblas.
Dari hasil perhitungan cepat, Vasko menjelaskan kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-Coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.
Kajian lebih mendalam juga masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis yang diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menentukan kebijakan lanjutan terkait pemanfaatan dan pengamanan kawasan.
Baca juga: Penjelasan fenomena sinkhole, lubang raksasa yang tiba-tiba muncul di lahan warga
Baca juga: Badan Geologi ingatkan warga tidak kaitkan sinkhole dengan kesehatan
Baca juga: Badan Geologi paparkan penyebab sinkhole di Limapuluh Kota Sumbar




