Program Sekolah Rakyat untuk memotong rantai kemiskinan

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan terkait program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) mengatakan sekolah tersebut untuk memotong rantai kemiskinan.

Sekolah Rakyat Terpadu diluncurkan oleh Presiden Prabowo, pada Senin (12/01) di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kalsel.

Mensos RI di Banjarbaru, menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat Terpadu bertujuan untuk memotong rantai kemiskinan dan memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Program Sekolah Rakyat adalah upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Biasanya anak orang tidak mampu, anak yang tidak mampu. Kita harus berani mengubah. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan," kata Mensos.

Gus Ipul sapaan akrab Mensos RI juga menjelaskan, bahwa program Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik di 34 provinsi dan 131 kabupaten-kota, dengan total 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga teknologi.

"Anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat, berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. 60 persen orang tua mereka bekerja sebagai buruh harian, petani, pedagang, dan lain-lain," tambahnya.

Baca juga: Bikin bangga, siswa Sekolah Rakyat siap pidato perdamaian empat bahasa

Lebih lanjut, dia mengatakan, program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Dia berharap bahwa program ini dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak tersebut.

Selain itu, dia menekankan, bahwa program Sekolah Rakyat tidak boleh ada sogok-menyogok atau suap-menyuap untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat.

"Arahan Presiden cukup jelas, tidak boleh ada sogok menyogok, tidak boleh ada suap menyuap, untuk bisa bersekolah di sekolah rakyat ini," ujarnya.

Bukan itu saja, dia menegaskan, program Sekolah Rakyat ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.

"Kami berharap bahwa program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu," ujarnya.

Baca juga: Sekolah Rakyat Banjarbaru siapkan siswa untuk Olimpiade Sains Nasional

Selanjutnya, dengan program Sekolah Rakyat, Mensos berharap dapat memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu dan memotong rantai kemiskinan di Indonesia.

"Kami akan bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu," pungkasnya.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu contoh upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Baca juga: Mayoritas siswa Sekolah Rakyat ingin lanjut kuliah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jubir Dharma Pongrekun Somasi Pandji Pragiwaksono Terkait Sindiran di "Mens Rea"
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Stella: Pemerintah buka lebar penelitian hubungan musik dan otak
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Kemhan Klarifikasi Video Viral BMW Putih, Pelat Dinas Dipastikan Palsu
• 5 jam laludisway.id
thumb
Bulog Usul Beras SPHP Bisa Dijual Lebih dari 2 Kemasan per Orang
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Tiga Hari Raya Islam Terjadi pada 2039
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.