Grid.ID - Eva Manurung murka menghadapi sikap mantan menantunya, Inara Rusli. Kali ini, Eva memperkarai rumah dan mobil yang dibeli putranya, Virgoun, yang telah menjadi harta gana-gini.
Dalam putusan cerai, Inara dan Virgoun telah menyepakati penggunaan rumah dan mobil untuk tiga anak mereka. Eva Manurung dengan tegas menyatakan bahwa aset yang menjadi harta gana-gini itu tak boleh digadaikan apalagi dijual oleh pihak mana pun.
Menurut Eva, rumah dan mobil tersebut dibeli untuk menunjang fasilitas anak-anak dan aset bagi mereka di masa depan.
“Rumah itu sebenarnya gono-gini untuk anak nanti di saat umur 21 tahun. Itu hak anak-anak. Tidak diperkenankan untuk dijual,” tegas Eva Manurung dikutip Grid.ID dalam tayangan Youtube Reyben Entertainment, Senin (12/01/2026).
Tak hanya rumah, Eva juga menyinggung soal mobil yang sebelumnya ditinggalkan Virgoun demi anak-anaknya. Ia mengaku heran ketika mendengar kabar mobil tersebut justru diduga digadaikan.
Menurut Eva, saat meninggalkan rumah, Virgoun tidak membawa harta apa pun selain pakaian yang melekat di badan. Keputusan itu diambil demi memastikan kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi.
“Virgoun cuma bawa dompet, pakai celana pendek, pakai sandal, cabut dari rumah. Mobil satu ditinggal buat anak-anak,” ungkap Eva.
Namun Eva mempertanyakan kondisi anak-anak jika mobil yang seharusnya digunakan untuk keperluan mereka kini tidak lagi ada.
“Nah sekarang digadaikan? Jadi di rumah anak-anak naik apa? Saya enggak tahu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Eva Manurung menilai persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari dampak psikologis terhadap anak-anak. Ia khawatir keputusan-keputusan yang diambil orang dewasa justru membebani mental cucu-cucunya.
Eva juga menegaskan bahwa anak-anak berhak mendapatkan kenyamanan, rasa aman, serta fasilitas yang layak, terlepas dari konflik rumah tangga orang tuanya.
Di hadapan awak media, Eva tak menampik rasa emosinya saat membahas isu ini. Namun ia menegaskan bahwa semua yang disampaikannya didasari oleh kepentingan anak-anak, bukan dendam pribadi.
“Saya bicara karena ini menyangkut hak anak. Anak-anak itu enggak boleh jadi korban,” katanya.
Eva pun berharap persoalan harta dan aset tidak diseret ke arah yang justru merugikan masa depan anak-anak Virgoun.
Menutup pernyataannya, Eva Manurung kembali menekankan bahwa fokus utama seharusnya adalah kesejahteraan anak, bukan konflik berkepanjangan antara orang dewasa.
“Biarin orang mau ngomong apa, yang penting anak-anak jangan dirugikan,” tutup Eva.
Pernyataan keras Eva Manurung ini sontak menuai perhatian publik dan kembali memanaskan polemik yang hingga kini masih menjadi sorotan luas. (*)
Artikel Asli




