Iran Rusuh! 500 Korban Tewas Berjatuhan, Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Situasi di Iran memanas, sebanyak 500 korban tewas diperkirakan berjatuhan. 

Situasi ini menurut Iran didalangi oleh AS dan Israel. 

"Kerusuhan di Iran telah menewaskan lebih dari 500 orang," kata sebuah kelompok hak asasi manusia pada 11 Januari.

Dilansir dari Straits Times, Teheran mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump melaksanakan ancamannya untuk melakukan intervensi atas nama para pengunjuk rasa.

Dengan lembaga ulama Republik Islam menghadapi demonstrasi terbesar sejak 2022, Trump berulang kali mengancam akan campur tangan jika kekerasan digunakan terhadap para demonstran.

BACA JUGA:Junjung Tinggi Kedaulatan Somalia, Indonesia Tegas Menolak Pengakuan Israel terhadap Somaliland

Menurut angka terbaru, kelompok HAM yang berbasis di AS, HRANA, mengatakan telah memverifikasi kematian 490 pengunjuk rasa dan 48 personel keamanan, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap.

Sedangkan Iran belum memberikan angka resmi.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters pada 11 Januari bahwa Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat senior pada 13 Januari untuk membahas opsi-opsi terkait Iran.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa opsi tersebut mencakup serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan daring kepada sumber-sumber anti-pemerintah.

“Militer sedang mengkajinya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat,” kata Trump kepada wartawan yang bepergian dengan Air Force One pada malam 11 Januari.

BACA JUGA:Perimeter Utara Bandara Soetta hingga Jalur Soewarna Arah Cargo Terendam Banjir, Motor Jangan Nekat Lewat!

Trump mengatakan ia telah berkomunikasi dengan para pemimpin oposisi Iran.

Ia juga mengatakan, tanpa penjelasan lebih lanjut, bahwa para pemimpin Iran telah menghubunginya pada 10 Januari dan ingin bernegosiasi, serta bahwa ia mungkin akan berbicara dengan mereka.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pidatonya di parlemen pada 11 Januari, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan “salah perhitungan”.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Canda Gus Ipul ke Khofifah: Kalah Pilgub Jatim Jadi Mensos
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua Komisi Hukum DPR Singgung Nasib Pandji Pragiwaksono Usai Dipolisikan Aktivis
• 11 jam lalufajar.co.id
thumb
Selamat! Annisa Pohan Hamil Anak ke-2, Istri AHY Pamer Perut Buncit di Reuni Perak AKABRI 2000, Intip Potretnya
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Kilau Cuan Emas Harga Naik 67% pada 2025, Laporan Dari World Gold Council
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Wajib Ada Pas Imlek 2026, Inilah Manfaat Jeruk Mandarin Bagi Kesehatan
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.