Kilau Cuan Emas Harga Naik 67% pada 2025, Laporan Dari World Gold Council

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — World Gold Council (WGC) melaporkan kinerja emas mencatatkan imbal hasil tahunan sebesar 67% pada 2026 dan harga menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini menempatkan emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global menjelang 2026. 

Laporan Gold Market Commentary menyebutkan bahwa harga emas sempat mencapai puncak di level US$4.449 per troy ounce pada Desember 2025. 

Rekor tersebut tidak hanya terjadi dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga tercermin di seluruh mata uang utama. Kendati demikian, besaran imbal hasilnya bervariasi akibat volatilitas nilai tukar. 

WGC menilai penguatan emas pada 2025 terjadi di luar pola historis. Jika sebelumnya dolar AS kerap menjadi aset utama yang diuntungkan saat risiko geopolitik meningkat, tahun lalu justru emas yang menonjol sebagai safe haven

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

“Sepanjang 2025, emas semakin menegaskan posisinya sebagai safe haven pilihan, seiring meningkatnya ketegangan global dan ketidakpastian kebijakan, termasuk perkembangan geopolitik yang masih berlangsung di Venezuela,” tulis laporan Gold Market Commentary dikutip pada Senin (12/1/2026). 

WGC menambahkan reli emas juga ditopang permintaan struktural. Pembelian berkelanjutan oleh bank sentral serta peran emas dalam diversifikasi portofolio dinilai menjadi fondasi penting bagi ketahanan harga logam mulia tersebut.

Baca Juga

  • Pergerakan Harga Emas Hari Ini Senin, 12 Januari 2026 di Pasar Spot
  • Kenaikan Harga Emas Dinilai Untungkan Industri Gadai, OJK Tekankan Mitigasi Risiko
  • 6 Strategi Investasi Emas Terbaik saat Harga Naik!

Kombinasi antara permintaan bank sentral dan fungsi makro emas sebagai penyimpan nilai telah menciptakan basis yang solid bagi pasar emas untuk memasuki 2026, bahkan di tengah potensi normalisasi kebijakan moneter global. 

Memasuki tahun ini, WGC menilai pasar akan mencermati sejumlah faktor kebijakan yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satunya putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif, serta penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve.

Selain itu, dinamika di pasar logam mulia lain juga menjadi perhatian. Meredanya tekanan pasokan pada perak dan platinum diperkirakan semakin menonjolkan peran emas, terutama karena likuiditasnya yang lebih dalam dan fungsinya sebagai instrumen diversifikasi di tengah ketidakpastian global.

WGC memandang kondisi ini berpotensi memperkuat posisi emas dalam portofolio investor global pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap aset lindung nilai yang memiliki daya tahan terhadap guncangan geopolitik.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Meski Tantangan Berat Seusai Lulus, ”Fresh Graduate” Tetap Punya Peluang Kerja 
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Warga Buton Geram Piton 7 Meter Mangsa Ternak, Langsung Ditebas
• 18 jam laludetik.com
thumb
Efek Banjir, Akses Bandara Soekarno Hatta, Transjakarta dan Tol Terdampak
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Berencana Jalankan Proyek RDMP di Kilang Dumai Riau
• 12 menit lalukatadata.co.id
thumb
Dituding Lakukan Penipuan Akpol, Adly Fairuz Kembalikan Dana Sebesar Rp500 Juta
• 3 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.