Balita berinisial Ismi Najiba (5 tahun) yang terseret arus di tengah bencana banjir dan longsor di Kabupaten Kudus ditemukan meninggal dunia. Total korban tewas dalam bencana ini mencapai 3 orang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang Budiono mengatakan, korban sebelumnya hanyut pada Minggu (11/1) sekitar pukul 17.30 WIB saat bermain sepeda di sekitar aliran Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae.
"Karena kondisi jalan yang licin akibat hujan, sepeda yang ditumpangi korban tergelincir sehingga korban terjatuh ke sungai dan terbawa arus deras," ujar Budiono, Senin (12/1).
Ia kemudian mengerahkan satu tim SAR dari Pos Basarnas Jepara untuk menuju lokasi dan melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan.
"Korban akhirnya ditemukan hari ini pukul 11.45 WIB, pada jarak sekitar 700 meter ke arah selatan dari lokasi kejadian awal. Korban di temukan dalam kondisi meninggal dunia tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus," jelas dia.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup, dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
"Setelah korban ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi dan korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Budiono.
Dua korban lain dari bencana banjir dan longsor di Kudus yakni AW (26 tahun), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Ia meninggal dunia setelah terseret banjir besar saat mandi di sungai.
Lalu Sriyatun, warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Ia meninggal dunia pada Minggu (11/1) setelah tertimpa material longsor di warung miliknya.





