Polda Sulut Dalami Kematian Mahasiswi Unima di Tomohon, Ini Dugaan Penyebabnya

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita

TOMOHON, iNews.id - Kasus kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial AE (21) yang ditemukan meninggal dalam kamar kos di Kota Tomohon mulai terungkap. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara menyampaikan hasil sementara penyelidikan yang menyimpulkan korban diduga meninggal akibat gantung diri.

Penjelasan terkait kematian mahasiswi di Tomohon tersebut disampaikan Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi dalam konferensi pers di Aula Tri Brata Polda Sulut, Senin (12/1/2026) pagi. Konferensi pers didampingi Direktur PPA/PPO Kombes Pol Nonie Sengkey.

“Dalam kasus ini, Polres Tomohon langsung menurunkan Tim untuk melakukan olah TKP di kos AE. Dari hasil olah TKP juga melibatkan dokter ahli, kesimpulan sementara murni gantung diri dengan ciri-ciri orang gantung diri,” ujar Kombes Pol Suryadi, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keterangan saksi, serta dokumen yang diperoleh, korban diduga mengalami depresi dalam kehidupan pribadinya. Kondisi tersebut diduga menjadi faktor yang mendorong korban mengakhiri hidup.

Peristiwa kematian mahasiswi di Tomohon ini terjadi pada 30 Desember 2025. Namun, kasus tersebut baru dilaporkan ke pihak kepolisian oleh orang tua korban pada 31 Desember 2025 karena dinilai tidak wajar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri dugaan adanya kekerasan seksual, pelecehan, hingga pembunuhan seperti yang dilaporkan pihak keluarga.

“Terkait laporan orang tua korban bahwa adanya kekerasan seksual, pelecehan dan dugaan pembuhanan, maka kami sudah lakukan penyelidikan, dimana kami sudah memeriksa 13 orang saksi termasuk orang tua korban, teman korban, penjaga kos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, dan klarifikasi terhadap security dan dokter ahli. Dan juga terhadap terlapor tindakan kekerasan seksual atas nama DM juga kami sudah lakukan klarifikasi,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan kematian mahasiswi di Tomohon ini, penyidik juga menemukan sejumlah dokumen yang diduga ditulis tangan oleh korban.

“Pertama tertulis tgl 16 Des 2024, yaitu surat yang ditujukan kepada Dekan Unima terkait kejadian pelecehan seksual yang terjadi pada tanggal 12 Des 2024 yang dialami AE. Selanjutnya Penyidik juga menemukan 2 produk tulisan berupa dairy curhatan hati korban, bahwa ia mengalami masalah dalam dirinya dan berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar semangat dalam kuliah,” kata Dirreskrimum.

Dalam catatan tersebut, korban juga menuliskan pesan pribadi, termasuk permintaan agar peziarah tidak menggunakan pakaian berwarna pink jika kelak mengunjungi makamnya. Hasil perbandingan tulisan menunjukkan kesamaan antara surat dan catatan harian korban.

Dari analisis sementara, penyidik menyimpulkan korban diduga telah mengalami depresi selama kurang lebih 1 tahun sebelum peristiwa kematian mahasiswi di Tomohon tersebut.

Kombes Pol Suryadi menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dari Bidlabfor Polda Sulut, meliputi uji isi lambung, hapusan vagina, pencocokan tulisan tangan, pemeriksaan DNA pada kain yang digunakan untuk gantung diri, serta koordinasi dengan CJS.

Selain itu, penyidik juga menelusuri riwayat komunikasi korban dengan pacarnya yang diduga mengalami ketidakharmonisan dalam beberapa bulan terakhir.

“Tentunya ini masih dalam proses penyelidikan, mohon bersabar, dan segala info terkait perkara yang kami tangani, bisa disampaikan, harapannya kita bisa bekerjasama dalam rangka pengungkapan peristiwa tindak pidana yang terjadi di Sulawesi Utara,” ucapnya.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Reza Pahlavi, Putra Mahkota Terakhir Iran yang Jadi Simbol Perlawanan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tembok Lantai Dua Rumah Warga di Koja Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang | SAPA MALAM
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Metro Jaya akan Analisa Video Stand Up Pandji Pragiwaksono
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
20 Perwira Angkatan Udara Malaysia Terlibat Skandal Maksiat "Yeye" di Barak
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Dikritik Lebih Sering di Jakarta
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.