Belanja eksplorasi tersebut berasal dari aktivitas dua entitas anak usaha, yakni PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Barasentosa Lestari (BSL).
IDXChannel - Emiten batu bara Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), menghabiskan biaya eksplorasi sebesar Rp31,44 miliar sepanjang Kuartal IV-2025.
Belanja eksplorasi tersebut berasal dari aktivitas dua entitas anak usaha, yakni PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Barasentosa Lestari (BSL).
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (12/1/2026), BIB merealisasikan dana eksplorasi sebesar Rp30,26 miliar dari total alokasi anggaran Rp43,02 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan eksplorasi praproduksi, eksplorasi pengembangan, serta pengeboran geoteknik di area Girimulya Utara.
Aktivitas eksplorasi BIB dilaksanakan oleh Departemen Survey, Geotech & Exploration (SGE) dengan metode open hole dan partial coring. Sepanjang periode tersebut, BIB menyelesaikan 37 lubang bor dengan total kedalaman pengeboran mencapai 5.578,28 meter dan kegiatan logging sepanjang 5.143,60 meter.
Sementara itu, PT Barasentosa Lestari (BSL) merealisasikan biaya eksplorasi sebesar Rp1,18 miliar dari total anggaran Rp1,27 miliar.
Dana ini digunakan untuk kegiatan pengeboran open hole, partial coring, dan full coring guna memperoleh sampel kualitas batu bara serta sampel geoteknik di area Blok Muara Lakitan.
Hingga akhir 2025, kegiatan pengeboran eksplorasi BSL di Blok Muara Lakitan telah menyelesaikan 15 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 1.542,50 meter.
Selain itu, kegiatan pengeboran BSL di Blok Belani dilakukan oleh PT Indonesia Carbon Energy (ICE) dengan mengoperasikan tiga unit rig. Proyek tersebut berada di bawah supervisi Section Geology dan Geotech, Departemen Mine Planning & Technical Service BSL.
(DESI ANGRIANI)




