Dirut Bulog Tegaskan Beras Satu Harga Hanya Berlaku untuk SPHP

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kebijakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke hanya akan diterapkan untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kebijakan tersebut dirancang seiring dengan dukungan margin fee sebesar 7 persen yang berfungsi menjaga keberlanjutan program satu harga, terutama untuk menutup biaya distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia.

Rizal menyampaikan, margin fee 7 persen yang diberikan kepada Bulog merupakan hasil keputusan lintas kementerian dan telah mendapat persetujuan resmi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Untuk dukungan margin fee yang 7 persen, itu sudah diputuskan resmi dari Pak Menko Pangan,” kata Rizal kepada wartawan di Kantor Kemenko Pangan, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, besaran margin tersebut mengacu pada skema yang juga diterapkan di BUMN lain seperti PLN dan Pertamina. Menurutnya, beban kerja Bulog tidak kalah berat, bahkan semakin besar seiring dengan peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, margin fee tersebut jauh lebih realistis dibandingkan skema lama yang hanya memberikan margin Rp 50 per kilogram sejak 2014, yang dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan operasional Bulog saat ini.

Rizal mengatakan, distribusi beras jauh lebih rumit karena harus melewati banyak pulau, menggunakan kapal bahkan pesawat.

Pengalaman tugas di wilayah timur Indonesia juga membuatnya memahami betul tantangan distribusi pangan ke sana. Meski demikian, ia optimistis margin 7 persen cukup untuk menopang program tersebut.

Lebih lanjut, Rizal program satu harga beras hanya berlaku untuk beras SPHP. Bukan beras premium maupun beras komersial lainnya.

Bulog, kata dia, telah menghitung secara detail bersama tim internal untuk menerapkan satu harga beras SPHP di seluruh Indonesia.

“Nah kami sudah menghitung dengan staf-staf kami bahwa untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP-nya, beras SPHP-nya. Bukan beras premium, ya, beras SPHP,” tegasnya.

Harga beras SPHP direncanakan keluar dari gudang Bulog sebesar Rp 11.000 per kilogram di seluruh wilayah, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

“Sabang Rp 11.000, di Jawa Rp 11.000, di Kalimantan Rp 11.000. Kemudian di Sulawesi, Maluku bahkan sampai Papua itu harga Rp 11.000 keluar dari gudang. Tapi untuk harga ecerannya tetap mengikuti harga eceran tertinggi yaitu Rp 12.500,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, pengecer masih mendapatkan keuntungan. “Jadi para pengecer itu mendapat keuntungan 1.500 rupiah,” imbuhnya.

Dukungan Rp 39,1 Triliun untuk Pengadaan Beras dan Jagung

Selain margin fee, Bulog juga mendapat dukungan pendanaan sebesar Rp 39,1 triliun untuk pengadaan 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung. Dana tersebut disalurkan melalui skema pinjaman berbunga rendah.

“Kemudian yang kedua, yaitu terkait dengan kesepakatan dari Hasil Rakortas adalah dukungan Rp 39 triliun untuk tambahan dana bulog untuk pengadaan beras 4 juta ton, dan 1 juta ton jagung dengan skema pinjaman OIP (operator investasi pemerintah) dengan bunga rendah.”

Rizal menilai skema pinjaman lunak sangat penting agar operasional Bulog tidak terbebani bunga komersial.

Bulog juga mendapat dukungan penuh untuk pembangunan 100 infrastruktur pascapanen yang direncanakan mulai 2026, baik melalui peraturan presiden maupun instruksi presiden.

Selain itu, cadangan beras pemerintah juga telah disetujui untuk dapat dimanfaatkan sebagai beras komersial, baik beras medium maupun premium, yang bisa dipasarkan ke masyarakat umum.

Ekspor Tetap Jalan

Terkait ekspor, Rizal menegaskan stok beras nasional saat ini cukup besar sehingga program SPHP satu harga tidak menghambat rencana ekspor.

“Malah kita, kan, stoknya banyak, ekspornya targetnya Rp 1 juta anggarannya," kata dia.

Bulog menargetkan ekspor ke negara-negara tetangga dan negara yang membutuhkan, termasuk untuk bantuan kemanusiaan.

“Contohnya kayak bantuan ke Palestina, bantuan daerah-daerah konflik dan lain sebagainya, mungkin seperti itu,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bertolak ke Balikpapan dan IKN Usai Resmikan Sekolah Rakyat di Kalsel
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
 Buruh Masih Rentan Alami Kecelakaan Kerja
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Serma Tengku Dian yang Bunuh Istrinya di Sumut Dituntut Hukuman Mati dan Dipecat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jamin Hak Jemaah, BPKH Pastikan Pengembalian Dana Haji Khusus Plus Nilai Manfaat
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Suspensi Dibuka, Saham BBRM-PPGL Kompak ARA
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.